KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, meninjau langsung pelaksanaan program pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP), khususnya kegiatan pembuatan tempe dan pengelolaan ayam petelur.

Peninjauan dilakukan di area kegiatan kerja Lapas Sampit. Kalapas didampingi Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Dwinarno serta staf Giatja, Setyo.

Muhammad Yani mengatakan, pemantauan ini bertujuan memastikan seluruh kegiatan pembinaan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan, mulai dari kebersihan, ketertiban, keamanan, hingga kualitas hasil produksi.

“Pemantauan ini untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar, termasuk kebersihan, ketertiban, keamanan, dan kualitas hasil produksi,” ujar Kalapas Sampit, dikutip Rabu (24/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Kalapas meninjau langsung tahapan produksi tempe, mulai dari pengolahan bahan baku hingga proses fermentasi.

Ia juga memberikan arahan kepada WBP agar selalu menjaga higienitas serta konsistensi kualitas produk.

Selain itu, rombongan turut memantau pengelolaan ayam petelur yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan Lapas Sampit.

Kalapas menekankan pentingnya perawatan kandang, pemberian pakan secara teratur, serta pengelolaan hasil produksi telur agar kegiatan berjalan optimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kasubsi Giatja Dwinarno menjelaskan bahwa program pembinaan kemandirian ini bertujuan membekali WBP dengan keterampilan kerja yang bermanfaat setelah masa pidana berakhir.

“Pendampingan teknis berjalan tertib dan aman. Melalui kontrol ini diharapkan program pembinaan kemandirian WBP terus meningkat serta mendukung proses reintegrasi sosial,” pungkasnya.
(Tbk)