KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Susahnya akses jalan yang menghubungkan Desa Tanjung Jariangau dengan Kuala Kuayan, Ibukota Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menjadi keluhan utama masyarakat, khususnya para siswa yang menempuh pendidikan di Kuala Kuayan.

Kondisi jalan tanah tersebut semakin memprihatinkan saat musim hujan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan ruas jalan berubah menjadi kubangan lumpur licin dan dalam, sehingga sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Akibatnya, para pelajar kerap terlambat bahkan terpaksa tidak masuk sekolah karena akses yang nyaris terputus.

Warga setempat menyampaikan bahwa jalan tersebut merupakan satu-satunya jalur penghubung utama menuju pusat kecamatan, termasuk akses ke sekolah, fasilitas kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas pelajar, tetapi juga berdampak pada kegiatan sehari-hari warga desa.

“Kalau hujan turun, jalan tidak bisa dilewati. Anak-anak sering kesulitan berangkat sekolah karena kendaraan mudah terperosok lumpur,” ujar salah satu warga Desa Tanjung Jariangau, Jum’at (9/1/2026).

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur tersebut.

Perbaikan dan peningkatan kualitas jalan dinilai sangat mendesak agar aktivitas pendidikan dan perekonomian warga tidak terus terganggu, terutama saat musim hujan.
(Tbk)