KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamina Dex dilaporkan hampir satu bulan terakhir tidak tersedia di seluruh SPBU di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat aktivitas usaha hingga pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Wirausaha dan UMKM Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim, yang juga seorang pengusaha, Dias Manthongka, S.H., M.H., Senin (12/1/2026).

“Untuk Pertamina Dex kurang lebih satu bulan ini hampir sudah tidak ada di seluruh SPBU se-Kotim,” ujar Dias.

Sebagai mitra Pemerintah Kabupaten Kotim, DAD menyampaikan masukan sekaligus permohonan kepada pemerintah daerah dan PT Pertamina agar segera kembali menyediakan Pertamina Dex guna memenuhi kebutuhan masyarakat secara umum, khususnya para pengusaha perkebunan dan pengguna kendaraan yang sangat bergantung pada BBM tersebut.

Menurut Dias, kelangkaan Pertamina Dex dalam jangka panjang dapat berdampak serius terhadap laju pembangunan daerah. Pasalnya, harga BBM jenis ini kerap dijadikan barometer biaya operasional pembangunan.

“Kalau kosong terlalu lama, tidak menutup kemungkinan pembangunan bisa terhambat. Kami mohon agar Pertamina menyiapkan stok lebih banyak dan jangan sampai terjadi kekosongan hingga lebih dari satu bulan. Kalau satu hari masih bisa dimaklumi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, meski saat ini masih tersedia BBM Dexlite sebagai alternatif, Pertamina Dex tetap menjadi pilihan utama karena kualitasnya lebih baik, khususnya untuk mesin diesel. Akibat keterbatasan stok, masyarakat terpaksa beralih ke Dexlite.

“Pilihan orang tentu yang terbaik, tapi karena stok kurang akhirnya memilih Dexlite. Padahal Pertamina Dex lebih bagus dan tidak menimbulkan polusi udara berlebih,” pungkas Dias.
(Tbk)