KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – PT Rimba Makmur Utama (RMU) bersama BPBD Kotawaringin Timur (Kotim) dan Manggala Agni Daops Pangkalan Bun Pondok Kerja Sampit menggelar lomba ketangkasan pemadam kebakaran hutan dan lahan dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional Tahun 2026, pada Rabu (11/2/2026).

Kegiatan yang digelar secara internal di lingkungan perusahaan tersebut diikuti sebanyak 52 peserta yang terbagi dalam sembilan tim dari berbagai zona dan bidang kerja di PT RMU.

“Untuk kegiatan lomba ketangkasan pemadam kebakaran hari ini adalah yang pertama kali diselenggarakan dan berjalan dengan cukup baik,” kata Andri Pratama, selaku Ketua Panitia Lomba dari PT Rimba Makmur Utama, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, awalnya terdapat 11 tim yang mendaftar, namun karena sejumlah kendala, dua tim mengundurkan diri sehingga lomba utama diikuti oleh sembilan tim.

Menurut Andri, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Bulan K3 Nasional, tetapi juga berangkat dari upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau.

“Sebagai PBPH Restorasi Ekosistem, PT. RMU berperan aktif dan berkolaborasi dengan para pihak terkait dalam pencegahan dan pengendalian karhutla di wilayah kerjanya,” jelasnya.

“Ide awalnya terkait dengan pencegahan karhutla, akhirnya kita selenggarakan lomba ini sebagai upaya untuk menyegarkan kembali ilmu, skill dan kemampuan lapangan yang sudah dilatih dan dipelajari selama ini dalam kesiapsiagaan untuk menyambut musim kemarau tahun 2026 ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, ada tiga tujuan utama dari pelaksanaan lomba tersebut. Pertama, untuk menumbuhkan ekosistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di dunia kerja, khususnya di PT RMU sebagaimana tema Peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026. Kedua, meningkatkan kapasitas personel dalam menghadapi potensi karhutla tahun 2026. Ketiga, membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, dalam hal ini Manggala Agni Daops Pangkalan Bun Ponja Sampit dan BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Lombanya khusus internal ditingkat perusahaan, sedangkan kedua instansi tersebut bertindak sebagai juri lomba dan bagian dari kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha yang mana dari hasil penyelenggaraan lomba ini juga bagian dari proses pembelajaran dan evaluasi kami secara internal,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Regu Manggala Agni Daops III Pangkalan Bun Ponja Sampit, Junaidi, mengapresiasi inisiatif PT RMU dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada PT RMU karena diadakannya kegiatan ini sebagai bentuk upaya menghadapi musim kemarau,” katanya.

Menurutnya, kegiatan semacam ini merupakan bagian penting dari kesiapsiagaan dan pembinaan personel dalam pengendalian karhutla.

“Ini sangat penting terkait pengendalian karhutla, karena ini merupakan upaya yang utama. Dari sisi kesiapsiagaan mereka sudah baik, namun peralatannya perlu ditambah, serta keahlian dan pembelajaran tentang cara pengendalian yang lebih spesifik juga perlu ditingkatkan,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kotim, Bambang Supiansyah.

Ia menilai kegiatan tersebut sebagai latihan yang sangat positif dalam mengasah kesiapan menghadapi ancaman bencana, khususnya karhutla di wilayah Kotim.

“Menurut saya kegiatan hari ini luar biasa. Ini adalah latihan untuk mengasah kesiapsiagaan kita terhadap ancaman bencana terutama karhutla di Kotim, dan kebetulan yang mengadakan ini adalah PT RMU yang meliputi wilayah Mentaya dan Katingan,” ujarnya.

Meski demikian, Bambang memberikan sejumlah catatan evaluasi, diantaranya terkait teknik memegang peralatan dan kecepatan dalam bertindak saat menggunakan alat pemadam.

“Secara umum sudah cukup terampil, namun ada yang perlu ditingkatkan seperti cara memegang peralatan yang baik dan benar serta kecepatan dalam bertindak,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya standar penyimpanan peralatan agar tidak cepat rusak.

“Gudang penyimpanan alat-alat juga perlu diperhatikan. Jika penyimpanannya tidak sesuai standar, maka akan mempercepat kerusakan,” pungkasnya.
(Tbk)