KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Polemik yang tengah viral terkait dugaan kesalahpahaman antara Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) dan ormas Tantara Lawung Adat Mandau Talawang mendapat perhatian dari Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Indonesia Kabupaten Kotim.

Menyikapi persoalan tersebut, Ketua IV Bidang Advokasi Hukum dan HAM Gerdayak Indonesia Kotim, Dias Manthongka, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya menghormati langkah hukum yang telah ditempuh kedua belah pihak.

“Karena Ketua DPRD Kotim sudah melaporkan masalah ini ke Polres Kotawaringin Timur, maka kita serahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk bekerja sebagaimana mestinya,” ujarnya, disela kegiatan buka puasa bersama Gerdayak Indonesia Kotim, Rabu (25/2/2026).

Ia juga menanggapi langkah ormas Tantara Lawung Adat Mandau Talawang yang turut melaporkan persoalan tersebut ke Polda Kalimantan Tengah dan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah.

“Kami persilakan masing-masing institusi bekerja sesuai kewenangan. Kita tunggu saja hasil penyelidikan dari petugas. Pada akhirnya nanti akan ada gelar perkara sehingga duduk persoalannya menjadi terang benderang. Jika sudah terbukti, maka arah penyelesaiannya menjadi ranah kedua belah pihak,” tambah Dias.

Meski demikian, Gerdayak Kotim mengimbau agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan melalui musyawarah mufakat.

“Kita ini satu kesatuan dalam rumah Betang, rumah besar masyarakat Dayak. Jika ada perselisihan, alangkah baiknya dibicarakan secara damai demi menjaga persatuan dan keharmonisan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Gerdayak Indonesia Kotim, Hamidan, S.Sos., juga mengharapkan agar kedua belah pihak dapat menemukan jalan terbaik dalam menyikapi polemik tersebut.

Gerdayak Kotim berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan tetap mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal dalam menyelesaikan persoalan, sehingga situasi tetap kondusif di Kabupaten Kotawaringin Timur.
(Tbk)