
JAKARTA, MEDIATNI-POLRI.ID – Dampak konflik Amerika-Israel versus Iran turut dirasakan para jemaah umroh asal Indonesia di Arab Saudi. Penutupan sejumlah jalur udara akibat situasi keamanan di kawasan tersebut membuat kepulangan ribuan jemaah ke Tanah Air terpaksa tertunda.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh, Ichsan Marsha, menyebutkan saat ini puluhan ribu jemaah Indonesia masih berada di Tanah Suci dan belum dapat kembali sesuai jadwal.
“58 ribu lebih jamaah kita masih tertahan di Arab Saudi,” ujar Ichsan, Minggu (1/3/2026).
Ia menjelaskan, hingga Minggu (3/1/2026), belum ada jemaah yang berhasil dipulangkan karena adanya penundaan penerbangan. Penutupan ruang udara di sejumlah negara transit menjadi kendala utama dalam proses kepulangan.
“Informasi terakhir karena memang ada beberapa penundaan penerbangan, diinformasikan jamaah kita masih berada di Tanah Suci di Arab Saudi,” katanya.
Pihak Kementerian Haji dan Umroh saat ini terus berupaya mencari solusi terbaik dengan mengedepankan keselamatan para jemaah.
Koordinasi dilakukan dengan Penyelenggara Perjalanan Umrah (PPU) selaku penanggung jawab pemberangkatan dan pemulangan jemaah, serta otoritas penerbangan terkait.
“Berkaitan dengan skema, kita akan lakukan koordinasi dengan PPU selaku penanggung jawab pemberangkatan dan pemulangan jamaah dan juga otoritas penerbangan, karena ini berkaitan dengan penutupan ruang udara di berbagai negara transit,” jelasnya.
Sejumlah opsi tengah dipertimbangkan, mulai dari pengalihan rute penerbangan, penjadwalan ulang kepulangan, hingga langkah-langkah lain yang memungkinkan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan otoritas di Arab Saudi untuk memastikan ketersediaan akomodasi yang layak apabila masa tunggu jemaah berlangsung cukup lama.
Untuk memastikan pengawasan dan pendampingan berjalan optimal, Kementerian telah membentuk tiga tim yang ditempatkan di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal Haji di Jeddah. Tim tersebut bertugas melakukan pendataan, pemantauan, serta mendampingi jemaah Indonesia yang terdampak.
“Kita sudah melakukan pendataan, kita imbau akomodasi yang layak untuk jamaah. Sudah ada tim-tim yang membersamai jamaah kita di sana,” pungkas Ichsan.
(Tbk)


Tinggalkan Balasan