SEKADAU, MEDIATNI-POLRI.ID – Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyampaikan perkembangan terbaru terkait hilangnya helikopter PK-CFX di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026).

Helikopter jenis Airbus H130 tersebut dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB, sekitar lima menit setelah lepas landas.

Berdasarkan data Basarnas, titik hilang kontak berada pada koordinat 0°10’51.91″ LS – 110°47’25.49″ BT.

Kepala Basarnas, Marsdya Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa sinyal darurat dari Emergency Locator Transmitter (ELT) terdeteksi di koordinat 0°12’0.00″ LS – 110°44’0.00″ BT, dengan datum 0°11’30.39″ LS – 110°45’43.72″ BT.

“Area administratif kejadian berada di sekitar Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Kondisi medan berupa hutan rimbun dengan topografi perbukitan terjal,” ujar Syafii.

Upaya pencarian udara dilakukan dengan mengerahkan helikopter Super Puma milik TNI AU pada pukul 13.10 WIB.

Tim udara bergerak menuju lokasi hilang kontak dan berhasil menemukan serpihan yang diduga bagian dari helikopter tersebut.

“Pada pukul 15.25 WIB, heli Super Puma TNI AU kembali ke Lanud Supadio. Dari hasil pemantauan, ditemukan serpihan yang diduga ekor Helikopter Airbus H130 PK-CFX, sekitar 3 kilometer ke arah barat dari titik awal hilang kontak,” jelasnya.

Temuan tersebut langsung diinformasikan kepada tim darat yang saat ini masih berupaya menembus lokasi kejadian.

Medan yang sulit dan tertutup perbukitan menjadi kendala utama dalam proses pencarian.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, perangkat desa, serta potensi SAR dari Kabupaten Sintang terus melakukan upaya menuju titik koordinat pancaran sinyal ELT.

Diketahui, helikopter tersebut mengangkut delapan orang, terdiri dari dua kru dan enam penumpang.

Dua kru yang berada di dalam helikopter yakni pilot Captain Marindra W. dan Engineer on Board (EOB) Harun Arasyid.

Sementara enam penumpang masing-masing bernama Patrick K., Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito.

Hingga saat ini, proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung. Basarnas bersama tim gabungan berupaya maksimal untuk menjangkau lokasi dan memastikan kondisi seluruh penumpang serta kru helikopter.
(Tbk)