
KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Salah satu program unggulan yang kini dikembangkan adalah budidaya ayam petelur sebagai upaya membekali keterampilan sekaligus menumbuhkan jiwa wirausaha.
Program budidaya ayam petelur tersebut dilaksanakan di area pembinaan kemandirian Lapas Sampit dengan melibatkan sejumlah warga binaan yang telah melalui proses seleksi serta pembinaan awal.
Dalam pelaksanaannya, warga binaan diberikan pelatihan berbagai aspek peternakan, mulai dari perawatan kandang, pemberian pakan, hingga teknik pemanenan telur yang baik dan benar.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga memiliki nilai ekonomis yang dapat mendukung program pembinaan berkelanjutan.
Hasil produksi telur dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan internal Lapas, serta berpotensi untuk dipasarkan ke masyarakat.
Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kemandirian program pembinaan di dalam Lapas.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit Muhammad Yani, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan agar dapat mandiri secara ekonomi setelah kembali ke masyarakat.
“Melalui budidaya ayam petelur ini, kami ingin memberikan keterampilan nyata kepada warga binaan agar mereka memiliki bekal untuk mandiri secara ekonomi setelah bebas nanti,” ujarnya, dikutip Senin (20/4/2026).
“Dengan adanya program ini, Lapas Sampit tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan yang mampu mencetak individu yang lebih mandiri, produktif, serta siap berintegrasi kembali di tengah masyarakat,” tandasnya.
(Tbk)


Tinggalkan Balasan