KOTlM, MEDIATNI-POLRI.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan penyemprotan atau fogging demam berdarah dengue (DBD) di Jalan Taman Siswa 1, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, wilayah kerja Puskesmas Baamang 1, pada Jumat (8/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan setelah adanya laporan warga yang terjangkit DBD, yakni dua orang kakak beradik yang tinggal di kawasan tersebut.

“Hari ini kami melakukan penyemprotan demam berdarah atau pengasapan di Jalan Taman Siswa 1 Kelurahan Baamang Tengah Kecamatan Baamang, wilayah Puskesmas Baamang 1 karena ada laporan warga bahwa ada warga yang terkena demam berdarah dua orang kakak beradik,” kata Pengelola Program Demam Berdarah Dinas Kesehatan Kotim, Gilang Ramadhan.

Ia menjelaskan, setelah menerima laporan tersebut pihaknya langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanggulangan penyebaran nyamuk Aedes aegypti di sekitar lokasi.

“Mendengar laporan tersebut kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanggulangan terkait nyamuk demam berdarah di sekitar Jalan Taman Siswa 1 ini,” ujarnya.

Menurut Gilang, penyemprotan dilakukan dengan radius sekitar 100 meter dari rumah warga yang terpapar DBD, meliputi area kanan, kiri, depan, dan belakang rumah.

Dalam kegiatan itu, Dinas Kesehatan Kotim menurunkan empat personel tim fogging, dua orang pengawas dari Dinkes, serta dibantu dua petugas dari Puskesmas Baamang 1.

Gilang mengungkapkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kotim, kasus DBD di Kotim mengalami peningkatan signifikan pada April 2026.

“Biasanya hanya satu atau dua kasus, namun pada bulan April kemarin meningkat hingga 14 kasus. Jadi hal ini urgent atau darurat yang harus kita tanggulangi bersama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa fogging bukan langkah utama dalam pencegahan DBD. Upaya paling efektif adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin melalui gotong royong membersihkan lingkungan.

“Kami mengingatkan pencegahan DBD itu bukan fogging. Yang lebih baik adalah pemberantasan sarang nyamuk dengan cara gotong royong membersihkan sampah, menguras tempat penampungan air di rumah, dan menaburkan bubuk Abate,” pungkasnya.
(Tbk)