KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID — PT Rimba Makmur Utama (RMU) Zona Seranau menggelar kegiatan Koordinasi dan Latihan Posko Karhutla Internal Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi dalam pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan yang mengusung tema “Persamaan Persepsi dan Integrasi Kerja Bersama Menuju Zero Fire” ini dilaksanakan di Pos Karhutla RMU Sekunder 8, Desa Batuah, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, selama tiga hari mulai 7 hingga 9 Mei 2026.

Kepala Zona Seranau PT RMU, Yohanes Taka, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam pengendalian karhutla, mengingat wilayah konsesi dan desa binaan masih memiliki potensi kerawanan kebakaran, khususnya di lahan gambut.

“Pencegahan dan pengendalian karhutla merupakan upaya yang terus berkembang. Oleh karena itu, diperlukan persamaan persepsi dan langkah terpadu di tingkat internal sebelum melibatkan pihak eksternal,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).

Ia menambahkan, latihan ini bertujuan untuk menyatukan pemahaman seluruh karyawan terkait sistem manajemen, operasi pencegahan, serta pemadaman karhutla.

Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya peningkatan disiplin, tanggung jawab, serta kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi kebakaran.

Dalam latihan tersebut, peserta dibekali berbagai materi dan simulasi, mulai dari deteksi dini kebakaran, teknik pemadaman, hingga evakuasi medis dan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Karhutla sendiri masih menjadi ancaman tahunan di wilayah Zona Seranau, terutama akibat lahan yang tidak terkelola serta praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar oleh sebagian masyarakat.

Melalui latihan ini, diharapkan terbangun integrasi yang kuat antara karyawan, pemangku kepentingan, masyarakat lokal, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Seranau dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Adapun capaian yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain terciptanya kesamaan pemahaman antar peserta, meningkatnya kemampuan teknis dalam pemadaman, serta terwujudnya kerja sama lintas fungsi dan lembaga guna mendukung target Zero Fire di wilayah konsesi Unit II Zona Seranau.

“Selain itu, latihan ini juga menjadi ajang uji teknis prosedur lapangan serta optimalisasi peran masing-masing bidang dalam menghadapi situasi darurat kebakaran hutan dan lahan,” tandas Taka.
(Tbk)