
KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang terjadi selama beberapa hari terakhir di wilayah Desa Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, menyebabkan debit air Sungai Tualan meningkat drastis dan memicu tanah longsor di kawasan permukiman warga.
Longsor terjadi di pinggir jalan poros Desa Tumbang Mujam RT 001 RW 001. Kondisi terkini diperkirakan hanya menyisakan sekitar satu meter lagi sebelum mencapai badan jalan utama desa.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam, mengatakan derasnya arus Sungai Tualan menjadi faktor utama terjadinya abrasi dan longsor di lokasi tersebut.
“Hujan lebat dengan intensitas tinggi telah terjadi sejak beberapa hari terakhir di wilayah Desa Tumbang Mujam sehingga membuat debit air Sungai Tualan menjadi sangat deras dan menyebabkan tanah longsor atau amblas di pinggir jalan poros desa. Diperkirakan sekitar satu meter lagi mengenai badan jalan,” jelas Multazam, Kamis (14/5/2026).

Selain mengancam akses jalan desa, sedikitnya enam rumah warga yang berada di sekitar lokasi longsor juga terancam amblas apabila kondisi terus memburuk.
Sementara itu, banjir turut merendam permukiman warga di sejumlah titik desa.
Data sementara mencatat sekitar 80 rumah terdampak dengan jumlah kurang lebih 70 kepala keluarga (KK). Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 1,5 meter di beberapa lokasi.
BPBD Kotim terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan debit air dan kondisi tanah di sekitar bantaran sungai.

Apabila terjadi peningkatan debit air maupun potensi longsor yang semakin parah, maka evaluasi lanjutan akan segera dilakukan.
“Kalau terjadi peningkatan akan dilakukan evaluasi. Untuk sementara, evakuasi warga dilakukan ke rumah tetangga yang dianggap lebih aman,” tambahnya.
Diketahui, Sungai Tualan merupakan anak Sungai Mentaya yang berhulu di wilayah Kecamatan Tualan Hulu dan mengalir ke selatan hingga bermuara ke Sungai Mentaya di sekitar Kecamatan Mentaya Hulu.

Kondisi geografis tersebut membuat kenaikan debit Sungai Mentaya sangat berpengaruh terhadap aliran Sungai Tualan.
Fenomena backwater atau tertahannya aliran air kerap terjadi saat Sungai Mentaya mengalami pasang tinggi atau banjir, sehingga air Sungai Tualan meluap dan menggenangi desa-desa di bantaran sungai.
(Tbk)


Tinggalkan Balasan