KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Sebagai langkah konkret dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), PT Rimba Makmur Utama (RMU) membangun sekat kanal atau tabat di kawasan Sekunder 9 Tamiyangan, Desa Batuah, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (13/6/2026).

Pembangunan sekat kanal tersebut bertujuan menahan aliran air agar tidak langsung mengalir ke muara, sehingga terbentuk embung air yang mampu menjaga kelembapan lahan gambut, terutama saat musim kemarau.

Keberadaan embung ini juga diharapkan menjadi sumber air cadangan bagi tim pemadam jika terjadi kebakaran di sekitar kawasan tersebut.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PT RMU dalam mendukung restorasi ekosistem gambut dan pengelolaan tata air yang berkelanjutan guna menekan risiko terjadinya karhutla di wilayah konsesi maupun kawasan sekitar.

Kepala Desa Batuah, Sudarno, mengapresiasi pembangunan tabat yang dinilai sangat penting bagi upaya pembasahan lahan gambut.

“Alhamdulillah pembuatannya berjalan lancar. Ini berfungsi sangat penting untuk pembasahan saat musim kemarau sehingga air tidak langsung turun ke muara. Kalau karhutla terjadi di lahan gambut, biasanya sangat sulit dikendalikan,” ujarnya.

Sudarno mengungkapkan, hingga saat ini sudah terdapat empat unit tabat yang dibangun di Desa Batuah.

Ia berharap keberadaan tabat tersebut mampu memberikan dampak signifikan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

“Mudah-mudahan tabat ini bisa mengurangi dan mencegah ancaman karhutla dengan baik, bahkan secara drastis,” harapnya.

Sementara itu, Community Development PT RMU Zona Seranau, Apriyadi, mengatakan pembangunan tabat dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah desa setempat, termasuk kepala desa serta lembaga adat yang diwakili Damang Seranau.

Menurutnya, tabat yang dibangun di kanal Tamiyangan merupakan fasilitas yang sudah lama diharapkan masyarakat.

Pasalnya, kanal tersebut merupakan saluran buatan yang awalnya digunakan sebagai akses transportasi, namun berdampak terhadap pengelolaan tata air di kawasan gambut.

“Daerah tersebut sangat rawan kebakaran saat musim kemarau. Dengan adanya tabat ini, diharapkan menjadi salah satu langkah pencegahan dini karhutla sekaligus mendukung pengelolaan tata air yang lebih baik di kawasan gambut,” jelas Apriyadi.

Ia menambahkan, pembangunan sekat kanal menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga tinggi muka air gambut agar tetap stabil, sehingga lahan tidak mudah kering dan terbakar.

Dukungan juga datang dari Damang Kecamatan Seranau, Yanto. Menurutnya, keberadaan tabat tidak hanya bermanfaat untuk mencegah karhutla, tetapi juga dapat membantu mengurangi aktivitas pembalakan liar di kawasan hutan.

“Pembuatan tabat ini sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya karhutla. Selain itu juga dapat membantu mencegah terjadinya pembalakan liar,” katanya.

Melalui pembangunan sekat kanal dan embung air tersebut, PT RMU bersama pemerintah desa dan masyarakat berharap ketahanan ekosistem gambut terhadap ancaman kebakaran semakin meningkat, sekaligus mendukung upaya perlindungan lingkungan secara berkelanjutan.
(Tbk)