KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – PT Rimba Makmur Utama (RMU) bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) menggelar Latihan Posko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Internal dan MPA Zona Cempaga Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) selama dua hari 17 dan 18 Juni 2026 ini mengusung tema “Sinergi Bersama Cegah Karhutla, Wujudkan Zero Fire untuk Alam yang Lestari”.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya PT RMU dalam memperkuat sistem pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di wilayah konsesi serta desa-desa binaan.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang restorasi ekosistem dan konservasi hutan rawa gambut, PT RMU menempatkan pengendalian karhutla sebagai salah satu program utama yang terus dikembangkan.
Melalui latihan posko ini, seluruh peserta diharapkan memiliki pemahaman dan persepsi yang sama terkait langkah-langkah pencegahan, penanganan, dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi antara staf perusahaan, pemangku kepentingan, serta masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.
Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan pembekalan mengenai sistem manajemen operasi pencegahan dan pemadaman karhutla yang diterapkan PT RMU.
Materi yang diberikan mencakup prosedur operasional lapangan, teknik pemadaman kebakaran, penanggulangan keadaan darurat, hingga evakuasi medis.
Latihan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab, disiplin, dan inisiatif seluruh peserta dalam menjalankan tugas pencegahan kebakaran, tanpa terbatas pada tugas pokok masing-masing bidang atau zona kerja.
Kesadaran terhadap aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam kegiatan pencegahan dan pemadaman kebakaran turut menjadi perhatian utama dalam pelatihan tersebut.
Selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, kegiatan ini menjadi wadah integrasi berbagai pemangku kepentingan dalam penanganan karhutla di kawasan Hutan Rawa Gambut Katingan Mentaya.
Melalui sinergi yang kuat antara perusahaan, masyarakat, dan instansi terkait, diharapkan upaya pencegahan kebakaran dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Latihan Posko Karhutla Internal dan MPA Zona Cempaga Tahun 2026 juga menjadi ajang uji teknis prosedur lapangan guna memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, sehingga target Zero Fire dapat terwujud demi menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem gambut di wilayah Kotawaringin Timur.
Wakil Kepala Zona Cempaga PT RMU, Hadi Utomo, mengatakan dari kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini pihaknya berharap desa-desa binaan melalui Masyarakat Peduli Api (MPA) memiliki kemampuan yang lebih baik dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
“Kegiatan ini diikuti MPA Desa Sungai Paring, MPA Desa Luwuk Bunter, MPA Desa Cempaka Mulia Timur dan aktivis hutan gabungan dari beberapa desa,” jelasnya.
“Kami berharap terjadi peningkatan kapasitas pada masing-masing MPA sehingga mereka mampu melakukan penanganan kebakaran secara mandiri,” kata Hadi Utomo.
Sementara itu, Kepala Desa Luwuk Bunter, Kurnain Noor, menyampaikan pihaknya menyambut baik kegiatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 ini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Kurnain, melalui kegiatan tersebut masyarakat dapat memahami teknik dan tata cara penanggulangan kebakaran, mulai dari teori pemadaman api hingga cara berkomunikasi dan berkolaborasi dengan regu-regu Masyarakat Peduli Api (MPA) lainnya.

“Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, diharapkan masyarakat mampu bekerja sama dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan yang berada di sekitar wilayah desa,” ucapnya.
Secara geografis, lanjut Kurnain, terdapat dua titik yang kerap mengalami kebakaran di Desa Luwuk Bunter.
Lokasi pertama berada di lahan Kelompok Tani Bajuku Jaya yang terletak di bagian barat desa, sedangkan lokasi kedua berada di kawasan Segiri dan Danau Lintang di bagian timur desa.
“Harapan kami, keberadaan MPA di Desa Luwuk Bunter dapat menjadi wujud kepedulian masyarakat terhadap pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Para anggota MPA diharapkan mampu mengajak dan menggerakkan warga lainnya untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta sigap menghadapi potensi kebakaran yang mungkin terjadi,” tuturnya.
(Tbk)


Tinggalkan Balasan