SAMARINDA // MEDIATNIPOLRI.ID // – Turap rumah milik Maslakun atau yang akrab disapa Mbah Lakun di RT 02 Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, longsor pada Kamis malam (18/6/2026). Peristiwa tersebut terjadi setelah sebelumnya muncul retakan pada dinding rumah dan pergeseran tanah di sekitar bangunan.

Mbah Lakun mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. Pasalnya, sejak rumah dan turap dibangun pada 1995 silam, tidak pernah terjadi kerusakan maupun longsor meski kawasan tersebut beberapa kali terdampak banjir.

“Selama 31 tahun saya tinggal di sini, sejak turap ini dibangun tahun 1995, tidak pernah ada masalah. Bahkan saat banjir pun tidak pernah terjadi longsor seperti ini,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, kondisi mulai berubah setelah adanya marka jalan berwarna putih di depan rumahnya. Keberadaan marka tersebut membuat kendaraan sering melambat hingga berhenti akibat antrean dan kemacetan lalu lintas.

“Sejak ada marka jalan itu, kendaraan sering berhenti di depan rumah. Terutama kendaraan besar. Awalnya muncul retakan di dalam rumah, lalu tanah di depan rumah mulai bergeser sedikit demi sedikit hingga akhirnya turap ini longsor,” katanya.

Ia menduga getaran yang ditimbulkan kendaraan bertonase besar yang melintas maupun berhenti di depan rumahnya menjadi salah satu penyebab keretakan bangunan dan pergeseran tanah yang terjadi selama beberapa waktu terakhir.

Mengetahui adanya longsor, Ketua RT 02 Kelurahan Lempake, Abdul Karim, langsung berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk melaporkan kejadian tersebut. Ia mengirimkan dokumentasi, identitas warga terdampak, kartu keluarga, alamat rumah, serta titik lokasi kejadian guna mempercepat penanganan.

“Begitu menerima laporan, kami langsung menghubungi pihak kelurahan dan mengirimkan seluruh data yang diperlukan agar segera mendapat penanganan,” ujarnya.

Laporan tersebut mendapat respons cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda. Pada malam kejadian, tim BPBD langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal.

Dikonfirmasi melalui Call Center Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kota Samarinda, petugas membenarkan bahwa tim telah mendatangi lokasi longsor.

“Benar, malam kemarin tim kami sudah ke lokasi tersebut. Untuk tindak lanjutnya kemungkinan akan dilakukan peninjauan kembali pada hari Senin bersama pihak kelurahan,” demikian keterangan dari Call Center Pusdalops BPBD Kota Samarinda.

Pihak BPBD Kota Samarinda juga menyatakan telah menerima laporan terkait kejadian tersebut dan akan segera menindaklanjuti hasil asesmen lapangan guna menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Dari pantauan wartawan, lokasi rumah Mbah Lakun berada di jalur yang cukup padat dilalui kendaraan-kendaraan besar. Rumah tersebut berada di samping Terminal Lempake dan tepat di seberang Samarinda Theme Park. Lokasinya juga hanya berjarak beberapa puluh meter dari Simpang Tiga Kebon Agung yang menjadi akses utama menuju Bandara APT Pranoto maupun Kota Bontang.

Arus kendaraan berat yang melintas di kawasan tersebut terpantau cukup tinggi, terutama pada jam-jam tertentu. Kondisi lalu lintas yang padat kerap menyebabkan kendaraan melambat bahkan berhenti tepat di depan rumah warga.

Ketua Paguyuban Blitar Samarinda Kalimantan Timur, Marpinanto atau dipanggil Leo KJ mengatakan pihaknya hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama anggota paguyuban. Menurutnya, Mbah Lakun merupakan salah satu sesepuh yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kehadiran kami di sini sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kepada sesama saudara. Mbah Lakun merupakan sesepuh di Paguyuban Blitar Samarinda yang selama ini banyak berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial,” katanya.

Sementara itu, pihaknya berharap Pemerintah Kota Samarinda dapat segera memberikan bantuan dan penanganan terhadap longsor yang terjadi di rumah Mbah Lakun agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah untuk penanggulangan longsor ini. Karena yang terdampak adalah rumah warga dan kondisinya cukup mengkhawatirkan. Kami berharap ada langkah nyata agar tidak terjadi longsor susulan yang lebih besar,” ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya akan mengikuti seluruh prosedur yang berlaku dan menunggu hasil kajian dari instansi terkait. “Kami percaya pemerintah akan memberikan perhatian terhadap kondisi yang dialami Mbah Lakun dan berharap solusi terbaik segera dapat direalisasikan,” tutupnya.

Penulis: GB