KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melaporkan kondisi iklim Indonesia pada Dasarian II Juni 2026 menunjukkan indikasi menguatnya fenomena El Nino.

Sementara itu, sejumlah wilayah, termasuk Provinsi Kalimantan Tengah, masuk dalam peringatan dini kekeringan meteorologis untuk Dasarian III Juni 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, nilai Sea Surface Temperature Anomaly (SSTA) di wilayah Nino 3.4 secara bulanan mencapai +1,00 atau berada pada kategori El Nino Condition. Sementara indeks Indian Ocean Dipole (IOD) tercatat sebesar -0,56.

Meski telah melampaui batas normal, kondisi tersebut belum dapat dikategorikan sebagai fenomena IOD negatif karena baru berlangsung selama satu bulan.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk Dasarian III Juni 2026 dengan status Waspada di beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tengah. Tidak terdapat wilayah dengan status Siaga maupun Awas.

Di sisi lain, peringatan dini kekeringan meteorologis diterbitkan untuk sejumlah daerah di Indonesia.

Status Waspada mencakup beberapa kabupaten/kota di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Sedangkan status Siaga berlaku di beberapa wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Selatan.

Analisis curah hujan Dasarian II Juni 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori menengah sebesar 50,98 persen, diikuti kategori rendah 46,35 persen, tinggi 2,68 persen, dan sangat tinggi hanya 0,02 persen.

Dari sisi sifat hujan, sebanyak 47,16 persen wilayah berada pada kategori bawah normal.

BMKG mencatat sebanyak 263 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 37,6 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Beberapa wilayah yang mengalami musim kemarau antara lain sebagian Kalimantan Selatan, sebagian kecil Kalimantan Timur, serta sejumlah wilayah di Sumatera, Sulawesi, dan Maluku.

Untuk periode Dasarian III Juni hingga Dasarian II Juli 2026, curah hujan di Indonesia umumnya diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni 0–150 milimeter per dasarian.

Wilayah Kalimantan Tengah diprediksi menjadi salah satu daerah yang berpotensi mengalami curah hujan rendah di bawah 50 milimeter per dasarian.

BMKG juga memprediksi peluang curah hujan kurang dari 50 milimeter per bulan masih cukup tinggi pada Juli hingga Oktober 2026 di sebagian Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan air secara bijak selama musim kemarau berlangsung.
(Tbk)