KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan ketersediaan stok beras di wilayah kerjanya tetap aman.

Hingga Jumat (10/7/2026), stok beras yang tersedia mencapai 7.960 ton dan diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat selama lebih dari satu tahun.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur, Wahyu Tri Hutomo, mengatakan Bulog Kotim membawahi tiga wilayah, yakni Kabupaten Kotawaringin Timur, Katingan, dan Seruyan.

“Untuk saat ini stok beras kami aman, yaitu sebanyak 7.960 ton. Setelah dipotong rencana penyaluran bantuan pangan alokasi tiga bulan, stok beras yang tersedia masih cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari satu tahun,” ujar Wahyu.

Selain menjaga ketersediaan stok, Bulog juga terus mengoptimalkan penyerapan gabah petani. Menurut Wahyu, memasuki pekan kedua Juli hingga awal Agustus merupakan periode panen raya yang akan dimanfaatkan untuk meningkatkan serapan.

“Tahun ini target penyerapan naik 10 persen dibanding tahun lalu. Untuk gabah kering panen ditargetkan sebanyak 16.554 ton. Hingga saat ini kami sudah menyerap sekitar 10.400 ton atau sekitar 60 persen dari target. Insyaallah sisa 40 persen dapat dipenuhi pada semester II tahun ini,” katanya.

Di sisi lain, meningkatnya permintaan masyarakat terhadap beras membuat Bulog menambah volume penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Jika sebelumnya setiap penyaluran berkisar 5 hingga 10 ton, kini ditingkatkan menjadi 10 hingga 15 ton.

Harga beras SPHP tetap mengacu pada ketentuan pemerintah, yakni Rp12.000 per kilogram di titik pengambilan dan dijual kepada konsumen dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp13.100 per kilogram.

Untuk komoditas Minyakita, Wahyu memastikan pasokan berjalan lancar. Bulog secara rutin melakukan distribusi setiap dua pekan sekali ke pasar-pasar dan toko pengecer mitra Bulog.

“Distribusi kami lakukan secara merata agar tidak terjadi penimbunan. Harga Minyakita tetap Rp14.500 per liter di tingkat penyalur, sedangkan HET di tingkat konsumen sebesar Rp15.700 per liter,” jelasnya.

Selain beras dan Minyakita, Bulog Kotim juga memiliki stok jagung kering sebanyak 50 ton yang disalurkan ke wilayah Barito untuk memenuhi kebutuhan peternak.

“Sedangkan untuk komoditi lain yaitu gula pasir kami memiliki stok yang tersedia saat ini mencapai sekitar 30 ton,” pungkasnya.
(Tbk)