KOTIM //MEDIATNI-POLRI.ID / Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur, Muhammad Azwar Fuad, menyebutkan hingga saat ini pihaknya bersama TNI dan Polri telah menyalurkan sebanyak 160 ton beras SPHP kepada masyarakat.

“Hal ini sesuai dengan arahan dari kantor pusat melalui MoU antara Mabes TNI dan Mabes Polri bersama Bulog,” kata Fuad, Jum’at (22/08/2025).

“Pihak TNI dan Polri diminta oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membantu menjual beras SPHP kepada masyarakat, karena harga beras dipasaran saat ini sebagian besar mengalami kenaikan, sehingga dengan adanya beras murah ini maka masyarakat memiliki pilihan yang lain,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan Bulog bekerjasama dengan TNI-Polri, karena institusi TNI-Polri ini memiliki jaringan yang luas hingga ke pelosok daerah.

“Mereka memiliki Polsek dan Koramil yang tersebar di semua kecamatan, diharapkan ketika Bulog bekerjasama dengan TNI-Polri beras SPHP ini bisa sampai hingga ke kecamatan dan desa,” jelasnya.

“Untuk wilayah Kotim dan Seruyan penyaluran beras SPHP sejak Juli 2025 kemaren sudah sebanyak 160 ton, dari 160 ton ini 80 persennya disalurkan di Kotim, karena Kotim memiliki jumlah penduduk yang lebih banyak,” ucapnya.

“Kita tentunya berharap dengan semakin masifnya penjualan beras SPHP dengan dibantu pihak TNI-Polri ini bisa menurunkan harga beras di pasaran, dan ini juga bukti nyata bahwa negara hadir untuk masyarakat, ketika harga beras mahal kemudian ada pilihan beras murah yang disiapkan oleh pemerintah melalui Bulog, TNI dan Polri,” tambahnya lagi.

“Saat ini HET beras SPHP adalah Rp65.500 untuk 5 kilogram, namun untuk penjualan oleh pihak TNI dan Polri bervariasi dari mulai Rp58.000 hingga Rp60.000, jadi jauh dibawah HET,” ujarnya.

Sementara itu untuk stok cadangan beras pemerintah yang ada di gudang Bulog Kotim saat ini ada sebanyak 6.700 ton.

“Stok ini akan masih bisa bertambah terus karena kami masih menyerap dari sentra produksi beras di Pegatan, jadi secara stok sangat aman, dan untuk bantuan pangan juga sudah selesai kita salurkan, hal ini jadi indikator bahwa saat ini tidak ada kelangkaan beras sama sekali,” tukas Fuad.
(Tbk)