
KOTIM, MEDIATNI-POLRI.COM – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam, menyampaikan berdasarkan data terbaru pihaknya mencatat ada enam kecamatan yang meliputi 16 desa terdampak banjir.
“Keenam kecamatan itu adalah Kecamatan Parenggean, Antang Kalang, Bukit Santuai, Tualan Hulu, Telaga Antang dan yang baru dilaporkan Kecamatan Cempaga Hulu,” jelas Multazam, dikutip Sabtu (13/09/2025).
Ia menyebutkan, sebenarnya di Kecamatan Cempaga Hulu yang mengalami banjir paling awal.
“Tepatnya di Desa Sei Ubar Mandiri, namun karena banjirnya hanya di badan jalan sehingga yang terganggu hanya distribusi dan alhamdulillah sekarang sudah mulai surut,” ungkapnya.

“Meskipun di sebagian desa banjir berangsur-angsur surut namun berdasarkan prakiraan cuaca yang disampaikan instansi terkait ada potensi banjir kembali terjadi,” ujarnya.
“Seperti di Desa Bajarau menurut laporan debit air mengalami peningkatan sekitar 30 cm hanya dalam waktu 24 jam, dari yang sebelumnya 65 cm menjadi 95 cm dari permukaan jalan,” ucapnya.
“Kemudian di Kecamatan Mentaya Hulu, pada badan jalan sepanjang 7,3 kilometer yang menghubungkan Desa Tanjung Jariangau, Kuala Kuayan dan Bawan sudah terendam dan tidak bisa fungsional,” terangnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan untuk jalan yang terendam itu pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan agar melakukan rekayasa jalan untuk distribusi orang.
“Mudah-mudahan dalam beberapa hari kedepan tidak ada hujan deras lagi. Kami juga sudah menyampaikan melalui grup media sosial, mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati,” tukasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah telah menetapkan status siaga darurat bencana banjir selama 48 hari, dimulai pada 12 September hingga 29 Oktober 2025, pada Jum’at (12/09/2025).
Penetapan status ini merupakan hasil rapat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Kodim 1015/Sampit, Polres Kotim, BMKG Kotim, BWS Kalimantan II, Basarnas, Kejari Kotim dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kotim.
“Kami sepakat menetapkan status siaga darurat banjir untuk mengantisipasi kondisi kedepannya karena saat ini sudah ada beberapa wilayah yang mengalami banjir,” kata Asisten I Setda Kotim Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Rihel.
(Tbk)


Tinggalkan Balasan