Klapanunggal, BOGOR, // mediatni-polri.id / Kondisi jalan desa di wilayah Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, kini tampak rusak parah. Berdasarkan hasil investigasi dan pantauan awak media di lapangan, kerusakan tersebut diduga kuat akibat aktivitas mobil dumtruk bermuatan material urugan limestone yang setiap hari melintas untuk kebutuhan Proyek Pembangunan Perumahan Bersubsidi Pesona Prima 9 Cikahuripan.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah titik jalan mengalami retak, berlubang, dan amblas di beberapa bagian, aktivitas keluar-masuk mobil dumtruk pengangkut material proyek juga menyebabkan debu tebal dan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan serta warga sekitar.

Dibeberapa titik terdapat jalan berlubang, pinggiran jalan beton rusak dan pecah sangat terlihat jelas di Jalan kampung Cipari Seorang pengendara motor, tampak melintas dengan ekstra hati-hati, melewati ruas jalan yang rusak itu,

Beberapa warga Desa Cikahuripan mengaku resah dengan kondisi tersebut. “Setiap hari truk proyek lewat bawa urugan limestone. Jalannya makin hancur, kalau panas berdebu banget, kalau hujan licin dan becek,” ungkap salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Kamis (16/10/2025).

Warga juga menyayangkan belum adanya langkah nyata dari pihak pengembang maupun Pemerintah Desa untuk memperbaiki jalan, sedangkan  jalan Desa kampung Cipari di bangun dari Bantuan Keuangan Daerah (Bankeu) Tahun Anggaran 2024, tahun kemarin

“Katanya nanti setelah proyek selesai mau diperbaiki, tapikan saat ini mengganggu kenyamanan warga, jalin licin juga saat panas debu nyampe kerumah,” tambah warga lainnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Cikahuripan yang dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp belum memberikan jawaban atau tanggapan resmi hingga berita ini diterbitkan.

Begitu juga pihak pengembang Perumahan Bersubsidi Pesona Prima 9 Cikahuripan, hingga kini belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan kerusakan jalan akibat aktivitas mobil dumtruk bermuatan material urugan limestone tersebut.

Kondisi jalan yang rusak kini menjadi perhatian masyarakat sekitar. Warga berharap pihak pengembang maupun pemerintah desa segera melakukan perbaikan dan pengawasan lebih ketat, agar jalan umum desa yang menjadi akses utama warga tidak semakin parah kerusakannya. (Red)