Cileungsi – BOGOR, // mediatni-polri.id / Transparansi pada Pekerjaan betonisasi jalan dalam Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di dua Desa yakni Desa Dayeuh dan Cileungsi Kidul tepatnya di kampung Kirab kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor disoal. Pasalnya, dalam kegiatan di lokasi, pihak pelaksana tidak memasang papan proyek sesuai aturan pemerintah.
Padahal, Papan proyek adalah simbol keterbukaan yang menunjukkan siapa pelaksana proyek, berapa biayanya, dan bagaimana detail pelaksanaannya, sehingga masyarakat dapat memantau penggunaannya.
Pentingnya transparansi, Keberadaan papan proyek memberikan hak kepada masyarakat untuk mengetahui setiap rupiah yang digunakan untuk pembangunan di lingkungan mereka guna menghindari celah untuk penyalahgunaan wewenang atau penyelewengan dana.
Selain tidak transparan, program tersebut dituding tidak tepat sasaran tujuan utama dari program itu sendiri. Pasalnya, jalan yang dibeton bukan akses Sentral untuk mobilisasi masyarakat dalam menunjang perekonomian masyarakat dalam penggunaan infrastruktur.

Diketahui, jalan yang dibeton dalam program PISEW tersebut ialah akses jalan Buntu.
Saat dikonfirmasi awak media, Pelaksanaan kegiatan, Kelompok Kerjasama Antar Desa (KKAD) mengatakan bahwa tidak dipasanginya papan proyek dikarenakan dana PISEW tersebut dicairkan secara bertahap.
“Sementara ini kita tutupi pakai dana pribadi dulu supaya kita diberikan barang. Misalnya, kita minta 10 kubik yang mereka kasih 1 kubik. Hari ini kita dikasih 1 kubik dengan harga misalnya 1 juta, besok dia naik, karna barang tidak ada jadi 1,200 juta, trus kita ngecornya sampai jam berapa?. Berarti ini bagaimana kita tanggulanginnya, makanya kita talangin dulu, kita juga pusing, maka itu Papan Proyek tidak dipasangi karna belum sesuai dengan harga yang tercantum,” ujar pelaksana kegiatan.
Terpisah, saat dikonfirmasi Kepala Desa Dayeuh, Jamhali ditanyakan terkait tujuan PISEW yang dituding tidak tepat sasaran tujuan utama PISEW, dirinya, Kades mengatakan bahwa program PISEW itu sendiri harus menyentuh titik sentral mobilisasi masyarakat. Dimana, sambung kades, akses infrastruktur menjadi pokok utama yang banyak dilalui masyarakat baik masyarakat luar maupun sekitar.
“Harus jalan yang intensitasnya padat dilalui masyarakat, artinya akses jalan tembus ke penghubung antar desa, supaya program langsung menyentuh guna dan fungsi infrastruktur itu sendiri untuk mengangkat perekonomian warga,” pungkasnya Jamhali.
Sementara, Sekdes Dayeuh saat dikonfirmasi tidak dipasanginya papan kegiatan proyek program PISEW tersebut, membenarkan bahwa saat dirinya meninjau lokasi kegiatan tidak adanya papan proyek.
“Sudah saya himbau untuk papan proyek nya dipasang, dan tidak boleh tidak dipasang,” ujarnya.
Dirinya berkomentar pihak Desa dilibatkan hanya sebatas pengawasan di program PISEW tersebut. (Red)


Tinggalkan Balasan