
KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lapas Kelas IIB Sampit terus mengoptimalkan program pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), salah satunya melalui kegiatan laundry yang dijadikan sebagai sarana asimilasi dan edukasi.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali WBP dengan keterampilan kerja yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti, sekaligus untuk menanamkan tanggung jawab dan kedisiplinan dalam bekerja.
Laundry tersebut dikerjakan oleh dua orang tamping yang telah memenuhi kriteria, yakni telah menjalani minimal sepertiga masa pidana serta memiliki kemampuan dasar dalam pengelolaan laundry.
Para tamping tersebut dibekali dengan tugas mencuci, menjemur, melipat, hingga menyeterika pakaian, yang seluruh prosesnya dilakukan secara mandiri dengan tetap dalam pengawasan petugas.
Kasubsi Giatja Lapas Sampit, Dwinarno, menyebutkan bahwa saat ini layanan laundry masih difokuskan untuk memenuhi kebutuhan internal.
“Untuk sementara kegiatan laundry ini baru untuk melayani orderan dari dalam, yaitu sesama WBP. Namun kedepannya akan kami upayakan agar dapat berkembang dan menerima orderan dari luar maupun dari petugas,” kata Dwinarno, Selasa (16/12/2025).
Sementara itu, Kalapas Sampit, Muhammad Yani, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan laundry tersebut.
“Kami mendukung penuh kegiatan laundry ini, karena keterampilan yang diperoleh WBP ini bisa menjadi modal kerja dan sumber penghidupan yang positif ketika mereka sudah bebas nanti,” tukas Muhammad Yani.
(Tbk)


Tinggalkan Balasan