
KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus mengintensifkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui berbagai kegiatan kerja produktif yang bernilai guna dan ekonomi.
Beragam aktivitas pembinaan dilaksanakan, mulai dari penyemaian bibit tanaman hidroponik, pembajakan lahan untuk area tanam, hingga perawatan tanaman melalui penyiraman secara rutin. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan keterampilan di bidang pertanian.
Selain pertanian, program kemandirian juga menyasar sektor peternakan dan perikanan. Para WBP dilibatkan langsung dalam pemberian pakan ayam petelur, pemeliharaan kandang, serta proses pemanenan telur yang dilakukan secara berkala.
Di bidang perikanan, WBP diberi tanggung jawab untuk melakukan pemberian pakan pada kolam budidaya ikan guna menjaga pertumbuhan dan kesehatan ikan agar tetap optimal.
Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Sampit, Dwinarno, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan terpadu untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapan WBP sebelum kembali ke tengah masyarakat.
“Program kemandirian ini kami rancang agar WBP memiliki keterampilan nyata yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti. Mulai dari pertanian, peternakan hingga perikanan, semuanya dilakukan untuk membentuk karakter kerja dan meningkatkan kompetensi mereka,” ujarnya, dikutip Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, kegiatan kerja tidak hanya berorientasi pada hasil produksi semata, tetapi juga sebagai sarana pembinaan mental, kedisiplinan, serta tanggung jawab.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap WBP memiliki bekal yang cukup sehingga mampu mandiri dan berdaya guna ketika kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Dengan berbagai program pembinaan tersebut, Lapas Kelas IIB Sampit berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi WBP sekaligus mendukung tercapainya tujuan pemasyarakatan secara menyeluruh.
(Tbk)


Tinggalkan Balasan