KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Operasi Laskar Pelangi gelombang pertama yang diinisiasi PT.Rimba Makmur Utama (RMU) dalam rangka penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang resmi berakhir setelah berlangsung selama 30 hari, terhitung sejak 18 Desember 2025 hingga 16 Januari 2026.
Kegiatan kemanusiaan ini melibatkan delapan personel PT.RMU dengan berbagai keahlian. Personel yang tergabung dalam Operasi Laskar Pelangi tersebut yakni Yayan Apriadi (Zona Pulau Hanaut), Krisno (Bidang PPH), Rantawan (Bidang PPH), Suryadi (Bidang BIO), Arianto (Zona Seranau), Rahmad Qomarudin (Zona Seranau), Muhammad Pauzi (Zona Mendawai), serta Iba (Zona Pulau Hanaut).
Selama pelaksanaan operasi, para relawan berhasil mencatatkan sejumlah capaian signifikan, khususnya pada sektor pendidikan dan kebutuhan dasar masyarakat.

Pembersihan dan Pemulihan Sarana Pendidikan:
Di SDN 2 Percontohan, relawan melaksanakan pembersihan menyeluruh terhadap 12 ruang belajar, satu ruang belajar sekaligus laboratorium, ruang guru dan kepala sekolah, ruang komite, ruang UKS, bangunan WC, bangunan penjaga sekolah, mushola, kantin, serta halaman sekolah dan mushola.
Sementara itu, di TK Negeri Pembina Karang Baru, kegiatan pembersihan dilakukan pada delapan ruang belajar, ruang UKS, aula, empat ruang toilet, dua ruang guru (termasuk ruang guru dan kepala sekolah), serta halaman sekolah.
Adapun di SD Negeri Pantai Tinjau, relawan membersihkan enam ruang belajar, ruang guru dan kepala sekolah, ruang UKS, ruang perpustakaan, serta halaman sekolah.

Pembuatan Sumur Bor:
Selain pemulihan sarana pendidikan, Operasi Laskar Pelangi juga merealisasikan pembangunan dua unit sumur bor.
Satu sumur bor dibangun di Desa Tanah Terban dengan kedalaman 24 meter yang kini dimanfaatkan oleh warga setempat.
Satu sumur bor lainnya dibangun di Kantor Dinas Pendidikan Aceh Tamiang dengan kedalaman sembilan meter untuk mendukung operasional dan aktivasi kantor.

Kegiatan Sosial Lainnya:
Relawan juga melaksanakan asesmen sekolah terdampak bencana, pembagian Al-Qur’an, serta pembagian buku kepada siswa sebagai bentuk dukungan pemulihan pascabencana.
Koordinator Umum Logistik sekaligus Koordinator Relawan PT RMU, Yayan Apriadi, menyampaikan kesan mendalam selama bertugas di Aceh Tamiang.
Menurutnya, kegiatan ini menumbuhkan rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap sesama.
“Kesan yang kami dapatkan di Aceh Tamiang adalah rasa bersyukur yang lebih besar karena kami tidak mengalami langsung kejadian tersebut. Walaupun tidak bisa berbuat banyak, kami berusaha membantu semampu tenaga kami di lapangan,” kata Yayan Apriadi, Selasa (20/1/2026).
Ia juga menambahkan bahwa sambutan dari para guru dan wali murid sangat luar biasa. Para relawan bahkan dianggap sebagai bagian dari keluarga oleh masyarakat setempat.
“Alhamdulillah penerimaan dari guru dan wali murid sangat baik. Kami dijamu dengan penuh kehangatan hingga dianggap seperti keluarga sendiri. Bahkan ada pesan, jika suatu saat ada kegiatan lagi di sekitar Aceh Tamiang, kami dipersilakan singgah ke rumah mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut Yayan menjelaskan, saat ini personel PT.Rimba Makmur Utama (RMU), yang tergabung dalam Laskar Pelangi kelompok kedua masih berada di Aceh Tamiang untuk melanjutkan aktivasi SD dan TK serta pembuatan sumur bor dan pembersihan.
Operasi Laskar Pelangi diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus memperkuat solidaritas dan kepedulian dalam penanganan bencana di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Multazam, menyambut positif pelaksanaan kegiatan Operasi Laskar Pelangi yang dilakukan di Kabupaten Aceh Tamiang ini.
Multazam menilai keterlibatan pihak swasta, khususnya PT RMU, dalam aksi kemanusiaan tersebut merupakan wujud nyata empati dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Operasi Laskar Pelangi ini. Ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang patut dicontoh, terutama dalam membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah bencana,” ujarnya.
Ia berharap, niat baik serta bantuan yang disalurkan oleh PT RMU melalui kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata dan meringankan beban masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang.
“Semoga apa yang dilakukan PT RMU ini membawa manfaat bagi masyarakat setempat dan menjadi amal kebaikan bagi semua pihak yang terlibat,” tambahnya.
BPBD Kotim juga berharap sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam upaya penanggulangan bencana, baik di tingkat daerah maupun nasional.
(Tbk)


Tinggalkan Balasan