
KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Kegiatan kerja perawatan hidroponik di Lapas Kelas IIB Sampit terus menunjukkan perkembangan positif. Bibit tanaman selada yang sebelumnya disemai, kini mulai dipindahkan ke instalasi hidroponik untuk memasuki tahap pertumbuhan lanjutan.
Proses pemindahan dan perawatan bibit dilakukan langsung oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan penuh ketelitian. Setiap tanaman dirawat secara intensif guna memastikan pertumbuhan optimal dan menghasilkan panen yang berkualitas.
Kegiatan tersebut didampingi oleh staf Giatja serta Kasubsi Giatja, Dwinarno, untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur.
Pendampingan ini juga menjadi bagian dari pembinaan keterampilan kerja bagi para WBP agar mampu memahami teknik budidaya hidroponik secara benar dan berkelanjutan.
Program hidroponik ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan kemandirian, tetapi juga membekali WBP dengan keterampilan produktif yang memiliki nilai ekonomis.
Melalui kegiatan kerja tersebut, para warga binaan dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kemampuan bercocok tanam modern.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, Sabtu (21/2/2026) menyampaikan harapannya agar kegiatan kerja seperti hidroponik dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi WBP.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan dapat menjadi modal berharga saat kembali ke tengah masyarakat, sehingga para WBP mampu membuka peluang usaha dan hidup mandiri.
(Tbk)


Tinggalkan Balasan