
PALANGKA RAYA, MEDIATNI-POLRI.ID – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Tengah memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal meskipun menerapkan skema work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat.
Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Tengah, HM Yusi Abdhian, menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian pola kerja tidak boleh berdampak pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas utama. Kebijakan WFH tidak boleh mengurangi kualitas layanan. Justru ini menjadi momentum untuk meningkatkan efektivitas kerja dengan memanfaatkan teknologi,” ujar Yusi, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, seluruh satuan kerja di lingkungan Kanwil Kemenag Kalteng telah diinstruksikan untuk menerapkan sistem kerja fleksibel dengan tetap menjamin keberlangsungan layanan, khususnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Layanan esensial seperti pencatatan nikah, legalisasi buku nikah, serta layanan keagamaan lainnya harus tetap tersedia dan mudah diakses. Kami pastikan masyarakat tetap terlayani dengan baik,” tegasnya.
Selain itu, Kanwil Kemenag Kalteng terus mendorong optimalisasi layanan berbasis digital.
Pemanfaatan teknologi informasi dinilai menjadi kunci dalam menjaga kualitas pelayanan di tengah penyesuaian sistem kerja.
“Kami mengarahkan seluruh satuan kerja untuk memperkuat layanan digital. Dengan begitu, masyarakat tetap dapat mengakses layanan secara mudah, cepat, dan efisien,” tambahnya.
Yusi juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait mekanisme layanan, baik secara daring maupun luring.
Menurutnya, kejelasan informasi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.
“Kami pastikan informasi layanan tersampaikan dengan jelas, sehingga masyarakat tidak mengalami kebingungan meskipun ada penyesuaian sistem kerja,” ujarnya.
Tak hanya itu, layanan publik di lingkungan Kemenag Kalteng juga diupayakan tetap inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak.
Sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat, Kanwil Kemenag Kalimantan Tengah juga mulai menerapkan budaya kerja yang lebih adaptif serta mendukung efisiensi energi. Diantaranya melalui pembatasan penggunaan kendaraan dinas serta optimalisasi rapat dan koordinasi secara daring.
“Kami mendorong ASN untuk lebih bijak dalam penggunaan energi, baik di kantor maupun di rumah. Ini bagian dari upaya bersama untuk mendukung efisiensi dan keberlanjutan,” jelas Yusi.
Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya berdampak pada efisiensi kerja, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan energi dan ekonomi.
“Dengan pola kerja yang adaptif dan pemanfaatan teknologi, kami optimistis layanan tetap berjalan optimal dan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan terbaik,” pungkasnya.
(Tbk)


Tinggalkan Balasan