
KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – PT Rimba Makmur Utama (RMU) bersama SMAS PGRI 2 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menggelar rapat sharing knowledge terkait materi pendidikan lingkungan hidup (PLH) bagi guru serta pembahasan kegiatan ekstrakurikuler bagi anak mantan pekerja illegal logging, Selasa (7/4/2026).
Wakil Kepala Zona Seranau PT RMU, Saiful Anwar, mengatakan bahwa kegiatan tersebut difokuskan pada pembentukan ekskul kerajinan rotan sebagai alternatif mata pencaharian yang lebih ramah lingkungan.
“Hari ini kami membahas kegiatan ekstrakurikuler yang akan dilaksanakan di SMAS PGRI 2 Sampit, khususnya bagi anak eks logger agar tidak lagi melakukan kegiatan ilegal logging sebagai mata pencaharian,” ujarnya usai rapat.
Ia menjelaskan, program ini telah dipersiapkan sebelumnya dan kini mulai direalisasikan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku UMKM sebagai pemateri dalam kegiatan pelatihan.

“Kami juga meminta masukan dari pihak sekolah serta menghadirkan pihak UMKM untuk memberikan materi. Harapannya, kegiatan ini dapat menghasilkan output nyata dalam peningkatan SDM dengan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ekskul kerajinan rotan akan dibimbing langsung oleh Yusran, seorang pengrajin rotan berpengalaman asal Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Kotim.
Saiful berharap, melalui pelatihan tersebut para siswa memiliki keterampilan yang dapat dijadikan bekal utama untuk mencari nafkah secara legal dan berkelanjutan.
“Diharapkan kerajinan rotan ini bisa menjadi alternatif mata pencaharian bagi anak mantan eks logger yang lebih ramah lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMAS PGRI 2 Sampit, H.M. Yardi, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai program pendidikan lingkungan hidup sangat penting bagi siswa.
“Kami dari pihak sekolah sangat mendukung kegiatan ini dan berharap ke depan dapat memberikan dampak positif, khususnya bagi siswa yang mengikuti ekskul kerajinan rotan,” ungkapnya.
Ia juga berharap sinergi antara pihak sekolah dan PT RMU dapat terus berlanjut guna menciptakan generasi muda yang peduli lingkungan serta memiliki keterampilan produktif.
(Tbk)


Tinggalkan Balasan