KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – PT Rimba Makmur Utama (RMU) melalui program pemberdayaan masyarakat terus mendorong implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK) di Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem sejak dini, sekaligus menjawab tantangan rendahnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kerusakan lingkungan.

Staf Pemberdayaan Masyarakat Bagian Pendidikan Zona Seranau PT RMU, Hayatunisa, mengatakan bahwa lingkungan hidup merupakan satu kesatuan antara makhluk hidup dan perilakunya yang sangat memengaruhi keberlangsungan kehidupan.

“Lingkungan hidup merupakan satu kesatuan antara keadaan, benda, dan makhluk hidup termasuk manusia serta perilakunya yang memengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup lainnya, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, manusia memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam. Namun, masih banyak perilaku yang justru merusak lingkungan, seperti pembakaran hutan, eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan, hingga kebiasaan membuang sampah ke sungai.

Ia menambahkan, kondisi tersebut juga berdampak pada meningkatnya risiko penyakit akibat lingkungan yang tidak bersih serta kerusakan ekosistem, termasuk pencemaran sungai dan laut yang mengancam kehidupan biota.

Melalui program PLH, PT RMU berupaya mengubah pola pikir dan perilaku siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan. Edukasi yang diberikan mencakup pengelolaan sampah, pelestarian ekosistem, hingga pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

“Pendidikan lingkungan hidup menjadi upaya strategis untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran siswa agar dapat berperan aktif dalam pelestarian lingkungan, baik untuk saat ini maupun masa depan,” jelasnya.

Program ini juga mendorong terbentuknya karakter siswa yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, seperti membiasakan memilah sampah organik dan nonorganik, serta mendukung kegiatan daur ulang sebagai bagian dari ekonomi berkelanjutan.

Adapun sasaran kegiatan meliputi sejumlah sekolah di Zona Seranau PT RMU, di antaranya SMPN 6 Sampit di Mentaya Seberang, SMPN SATAP 1 Seranau di Desa Batuah, SMAS PGRI 2 Sampit di Desa Terantang, SMK Ambarwati di Desa Ganepo, SMPN 5 Sampit di Desa Terantang, SMP Meranti Mustika di Desa Ganepo, serta SMPN SATAP 2 Seranau di Lemiring.

Kegiatan akan dilaksanakan dalam enam kali pertemuan di setiap sekolah dengan enam tema utama yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan ekologi.

“Materi yang disampaikan oleh PT RMU meliputi pengenalan dampak dan penyakit akibat lingkungan kotor oleh limbah sampah, pemanfaatan daur ulang sampah, memilah sampah organik dan non-organik, pengenalan lingkungan dan ekologi, dampak bencana ekologi, serta mengkampanyekan lingkungan bersih bebas sampah,” ungkapnya.

“Sedangkan dua materi lagi yaitu
kebakaran hutan dan lahan (karhutla) disampaikan oleh Bhabinkamtibmas/Babinsa, serta keanekaragaman hayati satwa di sekitar kita disampaikan oleh BKSDA Resort Sampit/Polhut,” tambah Hayatunisa.

Melalui program ini, PT RMU berharap dapat menciptakan generasi muda yang menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus mendukung terwujudnya ekosistem yang sehat, harmonis, dan berkelanjutan di masa mendatang.
(Tbk)