
KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat melalui kegiatan bloking kanal di wilayah lahan gambut.
Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga kelembapan tanah gambut yang rentan mengering saat musim kemarau, khususnya di wilayah yang memiliki bentang gambut luas.
Kegiatan bloking kanal dilakukan dengan menutup atau memperlambat aliran air pada kanal-kanal buatan yang sebelumnya digunakan untuk drainase.
Dengan tertahannya air di dalam kawasan gambut, muka air tanah tetap terjaga sehingga potensi terjadinya kebakaran dapat ditekan secara signifikan.
Selain sebagai upaya pencegahan karhutla, kegiatan ini juga bertujuan memulihkan ekosistem gambut agar tetap berfungsi secara alami.
Gambut yang terjaga kelembapannya mampu menjadi penyimpan karbon alami, habitat keanekaragaman hayati, sekaligus penyangga hidrologis bagi masyarakat di sekitarnya.
Koordinator Perlindungan dan Pengamanan Hutan Zona Seranau PT RMU, Boby Irawan, menyampaikan bahwa musim kemarau merupakan periode paling rawan bagi kawasan gambut.
“Ketika gambut mengering, api dapat menjalar di bawah permukaan tanah dan sangat sulit dipadamkan. Karena itu, bloking kanal menjadi langkah preventif yang sangat penting dilakukan sebelum puncak musim kemarau tiba,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut juga melibatkan kolaborasi antara Pemerintah Desa Batuah, perusahaan pemegang konsesi, serta masyarakat setempat.

Sinergi berbagai pihak dinilai penting untuk memastikan efektivitas pengendalian karhutla di kawasan gambut.
Partisipasi masyarakat turut menjadi perhatian utama, terutama dalam menjaga sekat kanal, memantau kondisi tinggi muka air, serta melaporkan potensi titik api sejak dini agar dapat segera ditangani.
Melalui bloking kanal yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan ancaman karhutla dapat ditekan, kualitas lingkungan tetap terjaga, dan kelestarian ekosistem gambut dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Kepala Desa Batuah, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sudarno, mengatakan bahwa bloking kanal sangat bermanfaat untuk pembasahan lahan yang sering dilanda kekeringan.
Upaya tersebut dinilai efektif dalam membantu mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia berharap, pembangunan bloking kanal ini harus disertai dengan perawatan dan pengembangan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lingkungan sekitar.
“Saya selaku kepala desa berharap bloking kanal yang dibangun ini nantinya dapat dirawat dan dikembangkan dengan baik, sehingga bermanfaat bagi lingkungan, menjaga habitat yang hidup di sungai, serta mencegah pembalakan liar. Dengan begitu, lingkungan yang asri dapat terwujud,” ujarnya.
(Tbk)


Tinggalkan Balasan