
Sampit, Mediatni-polri.id – Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, melaksanakan seminar “Stop Bullying dan Kenakalan Remaja, bagi pelajar SMP dan SMA di desa Sebabi, kecamatan Telawang.
Kotawaringin Timur-Kalteng. Maraknya kasus bullying dan kenakalan remaja akhir-akhir ini menjadi perhatian serius berbagai pihak di Kabupaten Kotawaringin Timur, salah satunya adalah PGPI.
Perundungan dinilai bukan lagi sekadar kenakalan biasa, melainkan tindakan yang dapat merusak masa depan dan kesehatan mental generasi muda.

Kegiatan seminar dilaksanakan disalah satu tempat ibadah di desa Simpang Sebabi dengan diikuti ratusan perwakilan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Panitia juga menyiapkan doorprize bagi peserta seminar.
Dalam rangkaian kegiatan Paskah, PGPI Kotim, menggandeng pihak kepolisian sektor Telawang, Aipda Tony, menyampaikan bahwa; bahayanya Bullying dari sisi hukum yang berujung sangsi pidana. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan jika melihat indikasi perundungan di lingkungan sekitar atau dilingkungan sekolah.
Sementara penyampaian materi dari pemerintah daerah diwakili oleh bagian Kesra, Hardalan, SE, mengatakan bahwa; betapa pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Pelaku perundungan sering kali bertindak akibat kurangnya kemampuan mengelola emosi dan stres. Bisa dilakukan pendekatan secara persuasif dan edukasi karakter, agar remaja kita bisa menyalurkan energi ke hal yang lebih positif.

Koordinator pelaksana kegiatan, Ahmadi Sastra,SE.MM, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Paskah, sasaran seminar kali ini di wilayah desa Sebabi, kecamatan Telawang, dengan tema “Stop Bullying dan Kenakalan Remaja”. Melalui seminar ini diharapkan siswa memahami betapa berbahayanya tindakan yang Bullying yang dilakukan. Orang tua juga sangat dibutuhkan dalam memantau pergaulan anak di luar jam sekolah.
(Ariyanto)


Tinggalkan Balasan