KOBAR, MEDIATNI-POLRI.ID – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Kotawaringin Barat menggelar kegiatan silaturahmi dan pertemuan rutin di kediaman H. Jamher, Jalan Iskandar RT 09, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah memperkuat sinergi antarunsur pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh lintas suku dalam menjaga persatuan dan kondusivitas daerah.

Pertemuan dihadiri Ketua FPK Kotawaringin Barat H. Bambang Suherman, perwakilan Forkopimda, Kesbangpol, tokoh masyarakat, serta perwakilan berbagai suku yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Dalam sambutannya, Ketua FPK H. Bambang Suherman menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir.

Ia menegaskan bahwa FPK dibentuk negara sebagai forum yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan memperkuat pembauran kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat.

“FPK hadir untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara, dan mengembangkan pembauran kebangsaan. Walaupun jumlah anggotanya tidak banyak, forum ini menjadi mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kotawaringin Barat, Supiansyah, menegaskan bahwa FPK merupakan mitra strategis pemerintah daerah yang memiliki tugas menyerap aspirasi masyarakat, membangun dialog, serta melakukan mitigasi terhadap potensi konflik sosial.

Dalam forum tersebut juga dibahas sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.

Wakil Ketua FPK sekaligus Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar, H. Sirajuddin, menyoroti persoalan pemadaman listrik yang berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat.

Selain itu, ia juga menyampaikan keluhan mengenai galian PDAM di kawasan Jalan Karanganyar yang belum ditimbun kembali sehingga dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Perwakilan Kodim 1014/Pangkalan Bun melalui Pasi Intel Kapten Inf. Beni W mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung program swasembada pangan nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan negara.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial karena penyebaran informasi yang tidak benar dapat memicu konflik yang lebih luas.

Sementara itu, perwakilan Polres Kotawaringin Barat, AKP Debby Soesilo, mengajak seluruh unsur masyarakat untuk menyelesaikan berbagai persoalan secara bersama-sama melalui forum komunikasi seperti FPK guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

Perwakilan Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat, M. Iqbal SH, menyatakan dukungan terhadap keberadaan FPK.

Menurutnya, kolaborasi antara aparat penegak hukum dan tokoh masyarakat sangat penting dalam mendeteksi serta mencegah potensi gangguan yang berkembang di masyarakat.

Dalam hasil pertemuan, FPK menegaskan komitmennya sebagai wadah komunikasi, konsultasi, dan kerja sama antarwarga dari berbagai suku, ras, dan etnis guna menjaga persatuan serta mencegah konflik sosial.

Forum juga mengimbau masyarakat untuk bijak bermedia sosial dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya.

Selain itu, FPK turut menyoroti persoalan distribusi BBM subsidi, termasuk dugaan penyalahgunaan barcode oleh kendaraan yang tidak berhak menerima BBM bersubsidi.

Sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat mengenai pemadaman listrik, Ketua FPK berencana melakukan koordinasi dan konfirmasi langsung dengan pihak PLN.

Kegiatan silaturahmi dan pertemuan rutin FPK Kabupaten Kotawaringin Barat berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, aman, tertib, dan ditutup pada pukul 12.10 WIB.

Forum ini diharapkan terus menjadi mitra pemerintah daerah dalam memperkuat toleransi, menjaga keharmonisan antarsuku, serta memelihara persatuan dan kesatuan di Kabupaten Kotawaringin Barat.
(BHL)