Sampit, Mediatni-polri.id Wakil Bupati Kotim Irawati bersama wakil ketua DPRD Kotim, Kasrem 102/Panju Panjang, Kodim 1015 Sampit, Kapolres dan Wakapolres Kotim, Wadanyon B Pelopor Sat Brimob Polda Kalteng, dan seluruh Kapolsek yang ada di wilayah Kotim, yang mewakili kejaksaan Kotim, serta para Organisasi, diantaranya, Laung Kuning Banjar Sampit, Ketua Fordayak Kotim, Gerdayak Kotim, menghadiri HUT Bhayangkara ke 80 di Mapolres rabu (1/7/2026)

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain membacakan sambutan Kapolri pada acara HUT Bhayangkara yang ke 80 menyampaikan.

Pengabdian kepada masyarakat tentunya dapat tercapai apabila Polri dalam melaksanakan tugas pokoknya mampu mencerminkan kesehatan, ketegasan, dan profesionalisme untuk memberikan pelayanan terbaiknya.

Fokus utama pelayanan Polri yaitu pelayanan yang responsif dan berorientasi memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

Apabila masyarakat telah sungguh-sungguh merasakan kehadiran dan pengabdian Polri, maka Polri telah berhasil melaksanakan tugas pokoknya sebagaimana yang diamanatkan undang-undang.

Suksesnya beberapa program pemerintah tentunya tidak terpisahkan dari peran penting kepolisian dalam mengawal agenda strategis nasional diantaranya dukungan terhadap program makanan bergizi gratis yang diwujudkan melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi sebanyak 1.179 unit dari target 1.500 unit.

Dukungan terhadap program swasembada pangan melalui optimalisasi lahan jagung dengan total lahan seluas 651.196 hektare yang berhasil mendongkrak produksi jagung nasional sebesar 9% atau setara 1,36 juta ton.

Penegakan hukum terhadap kejahatan yang merusak moral bangsa dan memicu kebocoran keuangan negara seperti kejahatan narkoba, penyelundupan, judi online.

Program penyediaan rumah bagi PNPP dan masyarakat dimana Polri telah berhasil merasmikan 10.905 unit hunian dari rencana pembangunan 15.923 unit serta menjaga stabilitas keamanan untuk investasi dan hilirisasi melalui pengamanan pada proyek strategis nasional kawasan industri, hilirisasi serta ladang-ladang energi.

Tugas Polri ke depan akan semakin kompleks selain dihadapkan pada dinamika kejahatan yang bersifat multidimensional Polri juga dikumpul untuk melakukan reformasi birokrasi Polri sebagai wujud nyata dalam memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat.

Dengan telah disahkannya undang-undang Polri yang baru hendaknya dapat menjadi momentum bagi seluruh anggota Polri di manapun bertugas untuk melakukan pembenahan-pembenahan baik di bidang pembinaan secara internal institusi Polri ataupun bidang operasional guna menjawab dinamika perkembangan jaman dan tuntutan publik.

Pada momentum Hari Bayangkara ke-80 ini saya perintahkan kepada seluruh jajaran kepolisian negara Republik Indonesia untuk mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh dengan mempedomani hal-hal sebagai berikut.

Pertama, perkuat reformasi kelembagaan Polri. Polri harus memastikan proses reformasi birokrasi Polri mampu mewujudkan institusi Polri yang profesional, transparan, akuntabel, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Tunjukkan bahwa Polri adalah institusi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman melalui transformasi organisasi yang lebih responsif dan terbuka terhadap pengawasan publik.

Kedua, tingkatkan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas. Polri harus mampu memastikan profesionalitas setiap anggota dalam pelaksanaan tugas terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan penegakan hukum.

Manfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta tingkatkan transparansi proses kerja dan perkuat akuntabilitas organisasi.

Hal ini sangat penting untuk meraih kepercayaan publik terhadap Polri.

Ketiga, perkuat kapasitas sumber daya manusia untuk menghadapi kompleksitas ancaman. Ini adalah tantangan utama Polri di era digital.

Kemajuan teknologi informasi senantiasa dibarengi dengan perkembangan karakteristik ancaman keamanan.

Polri harus mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusianya untuk mampu menghadapi ancaman keamanan yang bersifat multidimensional.

Sehingga dengan kapasitas sumber daya manusia yang profesional, adaptif, berintegritas, dan menguasai teknologi serta berorientasi pelayanan, Polri tidak hanya mampu menjadi penjaga keamanan, namun juga menjadi pelindung bagi masyarakat dari ancaman kejahatan.

Keempat, tingkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi lingkungan strategis yang dinamis.

Saya tegaskan, di tengah situasi geopolitik global yang sangat dinamis, Polri harus mampu beradaptasi dengan kemampuan yang tinggi.

Polri harus mampu mendeteksi setiap perubahan yang terjadi, merespon peluang dan ancaman dengan cepat, serta beradaptasi dengan lingkungan.

Polri harus mampu menjadi institusi kepolisian modern yang berbasis data, prediktif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kelima, ini yang paling terpenting, penguatan legitimasi institusi Polri.

Polri tidak hanya dilihat dari keberhasilan dalam pelaksanaan tugas, namun juga pengakuan dan kepercayaan publik terhadap Polri.

Untuk itu, harus mampu menunjukkan jati diri sebagai abdi masyarakat, bangun budaya integritas organisasi,

Perkuat komunikasi publik, respon cepat peluhan dan kritik publik, serta memanfaatkan media sebagai sarana untuk memperkuat reputasi Polri,”demikian kapolres kotim.

(Ariyanto)