Sampit Mediatni-polri.id — Puluhan warga Perumahan jalan Bukit Permai darat RT 29/01 kelurahan Baamang Hulu, kecamatan Baamang, kabupaten Kotawaringin Timur, provinsi Kalimantan Tengah mengadakan syukuran.

Syukuran dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-81 dengan do’a bersama yang disampaikan oleh ustazd Wardin.

Mari kita panjatkan do’a dan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa Indonesia semoga negeri ini semakin maju aman dan sejehtera.

Ketua RT 29/01 jalan Bukit Permai darat Parilan menyampaikan,

“Acara syukuran dan doa bersama dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Repuplik Indonesia ini adalah yang ketiga kalinya kita laksanakan, kegiatan yang seperti ini,”katanya minggu malam (16/8/2026).

Karena pada saat seperti inilah menjadi momen yang sangat penting bagi kita sebagai warga RT 29 saling mempererat tali silaturahim dan persaudaraan, karena jarang kita bisa kumpul bersama seperti ini.

“Kita harus berterimaksih kepada pendahulu kita yang telah berjuang untuk kemerdekaan Republik Indonesia, karena mereka sudah mengorbankan harta dan nyawa, nanti kita berdoa semoga mereka ditempatkan ditempat yang layak di sisi Allah SWT,”pintanya

Lanjut Parilan Pada dasarnya tugas saya sebagai ketua RT adalah menjaga kerukunan warga RT 29, dalam momen seperti inilah bisa saya sampaikan bahwa silaturahmi itu penting, jangan sampai kita tidak saling mengenal bahkan sampai RTnya saja tidak tahu,”tutup Parilan ketua RT 29/01.

Sementara Ustadz Wardin dalam Tausiyahnya menyampaikan, ” Dalam pepatahnya Sayyidina Ali RA mengatakan Tidak ada kemerdekaan yang tidak didasari oleh adanya keagamaan’, makanya kalau kita baca buku sejarah faktanya negara ini tidak diperjuangkan oleh satu golongan saja,

Hal ini karena mereka saling tolong menolong, dan orang tidak mungkin punya hubungan saling tolong menolong apabila tidak saling mengenal, saling tahu dan saling menyapa satu dengan yang lain.

Yang kedua, kata Beliau, Tidak ada kesempurnaan di dalam agama kecuali orang yang senang saling kumpul antara satu dengan yang lain.

Yang ketiga, kata Sayyidina Ali ‘Tidak ada perkumpulan yang sempurna kecuali harus ada ketuanya/panitianya.

(Ariyanto)