KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Tiga kejadian kebakaran lahan dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Selasa (25/8/2026).
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kotim dari Peleton I diterjunkan untuk melakukan penanganan di sejumlah lokasi.
Kejadian pertama dilaporkan terjadi di Jalan Wengga Metropolitan X, masuk Jalan Aris Susanto, RT 019/RW 005, Kelurahan Baamang Barat. Informasi diterima petugas pada pukul 10.52 WIB dan personel tiba di lokasi sekitar pukul 11.07 WIB.
Petugas kemudian melakukan pemadaman menggunakan Mobil Tangki Pemadam Kebakaran (MTPK) 13. Api berhasil dilokalisir sekitar pukul 12.40 WIB, dilanjutkan proses pendinginan dan pemeriksaan hingga akhirnya operasi dinyatakan selesai pada pukul 13.58 WIB.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1.200 meter persegi. Dalam penanganan tersebut, petugas juga mendapat dukungan suplai air dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebanyak empat unit profil tank.
Kebakaran lahan tersebut diduga akibat pembakaran secara sengaja (arson). Tidak ada korban dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, kebakaran lahan kedua terjadi di Jalan Wengga Metropolitan 10, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang. Informasi diterima petugas sekitar pukul 12.30 WIB dan personel tiba di lokasi pada pukul 12.45 WIB.

Pemadaman mulai dilakukan pukul 12.47 WIB dan selesai sekitar pukul 13.32 WIB. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 60 meter x 20 meter.
Petugas melakukan pengecekan dan pemadaman hingga kondisi dinyatakan aman serta api tidak mengarah ke permukiman warga.
Setelah situasi dinyatakan aman, personel kembali ke Markas Komando Damkarmat untuk melanjutkan tugas.
Pada kejadian ketiga, petugas menerima laporan sekitar pukul 14.28 WIB terkait kebakaran lahan kosong di Tidar Raya 3, Gang Langsat 4, Perumahan Citra Mandiri, RT 40/RW 03, Kelurahan Baamang Barat.
Petugas tiba di lokasi pada pukul 15.11 WIB dan langsung melakukan size up untuk mengetahui kondisi serta potensi perambatan api.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, titik api berada cukup jauh dari bangunan warga sehingga tidak berpotensi merambat ke permukiman. Namun, asap kebakaran dilaporkan mengganggu lingkungan sekitar.
Petugas kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan di sekitar titik api. Setelah kondisi dinyatakan aman, operasi penanganan selesai pada pukul 15.42 WIB dan personel kembali ke markas pada pukul 15.59 WIB.
Dalam ketiga kejadian tersebut, kondisi cuaca dilaporkan cerah. Seluruh operasi penanganan berjalan dengan baik.
Damkarmat Kotim mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat adanya titik api agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas dan mengancam permukiman.
(Tbk)


Tinggalkan Balasan