KALTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Gerakan Pemuda Dayak Kalimantan Timur (Gerdayak Kaltim) menyampaikan doa dan solidaritas kepada masyarakat yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Krakatau di Selat Sunda.

Melalui pernyataan solidaritas bertajuk “Pray for Anak Gunung Krakatau”, Gerdayak Kaltim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendoakan keselamatan warga yang berada di sekitar kawasan terdampak.

Ketua Umum Gerdayak Kaltim, Erika Siluq, S.H., M.Kn., bersama Sekretaris Umum Ferdinand S. Liing, S.E., menyampaikan bahwa bencana alam merupakan ujian kemanusiaan yang tidak mengenal batas wilayah, suku, agama maupun latar belakang masyarakat.

“Solidaritas tidak mengenal jarak, tidak mengenal suku, agama, atau pulau tempat kita tinggal. Di tengah bahaya, kita adalah satu bangsa, satu saudara, satu keluarga besar Indonesia,” demikian pesan solidaritas Gerdayak Kaltim.

Gerdayak Kaltim juga mengungkapkan keprihatinan terhadap masyarakat yang harus menghadapi ancaman aktivitas vulkanik, termasuk kemungkinan kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian serta menghadapi ketidakpastian selama berada di lokasi pengungsian.

Sebagai organisasi kepemudaan Dayak, Gerdayak Kaltim menilai masyarakat memiliki hubungan erat dengan alam.

Karena itu, pihaknya memahami bahwa bencana alam tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga dapat menimbulkan kecemasan dan beban psikologis bagi masyarakat terdampak.

Gerdayak Kaltim mendoakan agar seluruh warga yang berada di kawasan terdampak diberikan perlindungan dan keselamatan.

Mereka juga berharap tidak ada korban jiwa serta kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian dapat terpenuhi.

“Semoga tidak ada lagi korban jiwa, keselamatan dan kesehatan senantiasa terjaga, serta bantuan dan pertolongan segera sampai kepada mereka yang membutuhkan,” ungkap Gerdayak Kaltim dalam pernyataannya.

Selain itu, Gerdayak Kaltim berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait dapat mengambil langkah cepat dalam memastikan keselamatan masyarakat, terutama dalam penanganan pengungsian, pemenuhan kebutuhan dasar serta proses pemulihan pascabencana.

Gerdayak Kaltim menegaskan bahwa kepedulian terhadap korban bencana merupakan bagian dari semangat persaudaraan dan kemanusiaan.

“Kami berdiri bersama saudara-saudara kami di sekitar Gunung Krakatau. Kami berdoa, kami peduli, dan kami siap bergandengan tangan. Semoga bumi tenang, rakyat selamat, dan harapan tak pernah padam,” tegasnya.

Melalui pesan “Pray for Anak Gunung Krakatau”, Gerdayak Kaltim kembali menyerukan semangat bersatu, peduli dan menjaga persaudaraan sejati di tengah berbagai ujian bencana yang dihadapi masyarakat Indonesia.
(Tbk)