PALANGKA RAYA, MEDIATNI-POLRI.ID – Tim Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) memberikan pengarahan terkait pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kepada civitas akademika Universitas Palangka Raya (UPR), Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut digelar di Aula Universitas Palangka Raya, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Pengarahan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dari Mabesad, di antaranya Brigjen TNI Zulkifli, S.I.P., M.A.P., M.M., Brigjen TNI Agustinus Dedy Prasetyo, S.I.P., Brigjen TNI Kris Doni Indriarto, S.I.P., Brigjen TNI Eko Putra Hadi Prasetyo, S.H., M.H., M.PaCS., Kolonel Inf Taufik, Danramil 1016/Palangka Raya, serta sekitar 40 dosen dan mahasiswa UPR.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor UPR menyampaikan bahwa Karhutla merupakan persoalan serius yang dampaknya tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, perekonomian dan kehidupan sosial.

Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh komponen bangsa, termasuk perguruan tinggi.

“Universitas Palangka Raya sebagai institusi pendidikan memiliki tanggung jawab untuk turut berperan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla,” ujarnya.Karhutla - Tim Mabesad Beri Pengarahan Pencegahan Karhutla di Universitas Palangka Raya

Pihak UPR juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Mabesad yang telah memberikan pengarahan dan pengetahuan kepada civitas akademika.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman serta membangun kesadaran bersama mengenai langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Sementara itu, Brigjen TNI Zulkifli menegaskan bahwa kegiatan pengarahan tersebut merupakan bagian penting dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan seluruh komponen bangsa menghadapi ancaman Karhutla, khususnya di Kalimantan Tengah yang memiliki karakteristik geografis dan kondisi lahan yang rentan terhadap kebakaran.

Ia menjelaskan, Karhutla tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas sosial dan ekonomi, pendidikan, transportasi hingga stabilitas wilayah.

“Penanganannya tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan sinergi dan kerja sama seluruh pihak,” tegasnya.

Brigjen TNI Zulkifli juga menekankan pentingnya mengedepankan langkah pencegahan dan deteksi dini.

Setiap informasi mengenai titik panas maupun indikasi kebakaran, kata dia, harus segera ditindaklanjuti melalui pengecekan di lapangan agar potensi kebakaran dapat dikendalikan sejak dini.

Menurutnya, TNI bersama Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, perusahaan pemegang konsesi, perguruan tinggi dan masyarakat harus membangun koordinasi yang efektif.

“Jangan sampai kita baru bergerak setelah api membesar. Lebih baik mencegah daripada melakukan pemadaman terhadap kebakaran yang sudah meluas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam penanganan Karhutla. Karhutla - Tim Mabesad Beri Pengarahan Pencegahan Karhutla di Universitas Palangka Raya

Universitas dinilai dapat menjadi pusat edukasi, penelitian dan pengembangan teknologi, sekaligus menyediakan data serta kajian yang dapat mendukung pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat.

Brigjen TNI Zulkifli berharap seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pengarahan, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh pihak meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, melakukan pemantauan secara berkelanjutan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi Karhutla.

“Kita harus memiliki kesamaan persepsi, kesatuan langkah dan kecepatan bertindak dalam menghadapi Karhutla. Dengan sinergi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah, akademisi, dunia usaha dan masyarakat, saya yakin Karhutla di Kalimantan Tengah dapat diminimalisir,” pungkasnya.

Kegiatan pengarahan tersebut selesai dilaksanakan pada pukul 12.00 WIB dalam keadaan aman, tertib dan lancar.
(BHL)