KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit melaksanakan kegiatan pembinaan kepribadian berupa pelatihan membaca dan menulis bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang masih buta huruf.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang serbaguna Lapas Sampit dan diikuti oleh tiga orang WBP yang belum memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis.

Program ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kepribadian yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan usulan dari Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Lapas Kelas IIB Sampit, Agung Prabono, sebagai langkah awal dalam memberikan akses pendidikan dasar bagi WBP.

Adapun tenaga pengajar dalam kegiatan ini adalah peserta magang Batch 2, Devi, yang bertugas di bidang registrasi. Pada pertemuan perdana, materi yang diberikan meliputi pengenalan huruf kapital dan huruf kecil dengan metode pembelajaran sederhana agar mudah dipahami oleh WBP yang baru mengenal huruf.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti pembelajaran dengan bimbingan langsung dari pengajar. Suasana belajar berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif.

Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan pembinaan membaca dan menulis ini. Pendidikan adalah hak setiap WBP dan menjadi bekal penting bagi mereka agar dapat memperbaiki diri serta lebih siap kembali ke masyarakat,” ujarnya, dikutip Minggu (4/1/2026).

Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan hingga para WBP mampu membaca dan menulis dengan baik serta mengikuti program pembinaan lainnya secara optimal.
(Tbk)