
KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Upaya pencegahan konflik antara manusia dan buaya terus dilakukan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit bersama PT Rimba Makmur Utama (RMU) melaksanakan pemasangan spanduk imbauan di perairan Sungai Mentaya, Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Sabtu (18/4/2026).
Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan sebanyak tiga spanduk peringatan dipasang di sejumlah titik rawan guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat yang beraktivitas di sungai.

“Pagi hingga siang hari ini kami bersama pihak PT RMU melakukan pemasangan spanduk imbauan di perairan Sungai Mentaya. Selain itu, kami juga memberikan pengarahan kepada warga dan anak-anak yang berada di sekitar lokasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi konflik satwa liar, khususnya buaya, yang kerap muncul di sekitar permukiman warga.
Pemasangan spanduk tersebut diharapkan dapat mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sungai.
“Tujuannya agar warga tetap waspada dan selalu ingat akan potensi bahaya. Harapannya tidak ada lagi serangan buaya terhadap manusia,” tambahnya.

Muriansyah juga mengungkapkan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Dalam waktu dekat, pihaknya berencana memasang spanduk tambahan di wilayah perairan Sungai Cempaga, Kecamatan Cempaga.
Tak hanya pemasangan spanduk, BKSDA bersama PT RMU juga aktif melakukan edukasi ke sekolah-sekolah, baik tingkat SMP maupun SMA.
Materi yang disampaikan meliputi pengenalan jenis satwa liar serta pemahaman terkait potensi konflik antara buaya dan manusia di wilayah Sungai Mentaya dan Cempaga.
“Walaupun buaya bukan lagi menjadi kewenangan BKSDA, kami tetap berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan konflik,” tegasnya.

Sementara itu, Staf Lapangan Biodiversity PT RMU, Julkipli, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus kelestarian lingkungan.
“Kami bersama BKSDA melakukan pemasangan spanduk sebagai imbauan terkait aktivitas buaya yang terkadang muncul di sekitar permukiman warga. Kami berharap masyarakat lebih waspada dan menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di daerah aliran Sungai Mentaya,” tandasnya.
(Tbk)




Tinggalkan Balasan