PALANGKA RAYA, MEDIATNI-POLRI.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah masih menjadi perhatian serius.

Berdasarkan laporan perkembangan penanganan karhutla hingga Minggu (2/8/2026) pukul 18.00 WIB, terdeteksi 91 titik panas (hotspot) dengan 18 kejadian karhutla dalam satu hari serta total luas lahan yang terbakar mencapai 26,535 hektare.

Secara kumulatif, sejak 1 Januari hingga 2 Agustus 2026, jumlah hotspot di Kalimantan Tengah telah mencapai 4.547 titik, dengan 877 kejadian karhutla dan total luas lahan terbakar mencapai 1.669,58 hektare.

Wilayah yang masih menjadi fokus penanganan di antaranya Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, Seruyan, Barito Selatan, Kotawaringin Barat, Sukamara, Gunung Mas, Barito Timur, Barito Utara, Lamandau, dan Katingan.

Di Kabupaten Kotawaringin Timur, tercatat lima kejadian karhutla, tiga di antaranya merupakan operasi pemadaman lanjutan.

Beberapa titik yang masih mendapat penanganan berada di Kelurahan Eka Bahurui, Baamang Hulu, dan Mentawa Baru Hilir, sementara dua lokasi lainnya di Pasir Putih dan Baamang Tengah telah berhasil dipadamkan.

Sementara itu, di Kabupaten Pulang Pisau, upaya pemadaman di kawasan Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, yang telah memasuki hari ke-32, terus dilakukan melalui operasi darat dan udara.

Dua unit helikopter water bombing mengerahkan 139 kali pengeboman air dengan total 556.000 liter air untuk menekan titik api yang masih berasap.

Di Kota Palangka Raya, pemadaman di kawasan Jalan Kameloh Baru, Kecamatan Sabangau, memasuki hari ketujuh dengan luas lahan terdampak mencapai 98,25 hektare.

Hingga kini, kondisi di lokasi masih belum padam dan terus dilakukan upaya penanganan oleh Satgas Karhutla.

Selain pemadaman, Satgas Udara BNPB juga melaksanakan patroli udara di sejumlah wilayah. Hasil pemantauan masih menemukan beberapa titik fire spot (FS) yang berasap di kawasan Palangka Raya, Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, hingga Barito Selatan.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga kembali dilaksanakan pada Minggu (2/8/2026).

Dua pesawat melakukan penyemaian garam (NaCl) di wilayah Palangka Raya, Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, dan Seruyan dengan total 3.000 kilogram NaCl.

Selain kejadian karhutla, dilaporkan pula kebakaran permukiman di Jalan Jawa, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, pada Sabtu (1/8/2026) malam. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang.

Hingga saat ini, Provinsi Kalimantan Tengah bersama sejumlah kabupaten/kota masih menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla, di antaranya Provinsi Kalimantan Tengah, Kotawaringin Timur, Kapuas, Kota Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Seruyan, Sukamara, Barito Selatan, dan Pulang Pisau.

Sementara itu, Status Siaga Darurat Kekeringan masih berlaku di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan.

Pemerintah bersama seluruh unsur Satgas Karhutla terus mengintensifkan patroli, pemadaman darat dan udara, serta operasi modifikasi cuaca guna mencegah meluasnya kebakaran di tengah meningkatnya potensi cuaca kering.
(BHL)