BANTEN, MEDIATNI-POLRI.ID – Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Kedelapan orang tersebut terdiri dari lima jurnalis foto dan tiga kru speedboat yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Operasi pencarian telah berlangsung selama 10 hari sejak laporan hilang kontak diterima pada Senin (7/9/2026).

Setelah dilakukan pencarian selama tujuh hari dan diperpanjang selama tiga hari, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan speedboat maupun seluruh penumpangnya.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, selama pelaksanaan operasi, petugas telah melakukan berbagai upaya pencarian di sejumlah wilayah perairan.

“Secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut,” kata Andra, dikutip Jum’at (18/9/2026).

Dalam proses pencarian, Tim SAR Gabungan sempat menemukan 13 objek yang diduga memiliki kaitan dengan speedboat yang hilang.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan identifikasi, seluruh objek tersebut dipastikan tidak berkaitan dengan kapal maupun delapan orang yang menjadi target pencarian.

Dengan mempertimbangkan hasil pencarian tersebut, operasi SAR gabungan kemudian dinyatakan selesai.

“Maka dengan berat hati, pelaksanaan operasi gabungan ini, oleh pihak yang berkepentingan, pihak yang memiliki kewenangan, dinyatakan dihentikan,” ujar Andra.

Meski operasi resmi dihentikan, pemantauan terhadap kemungkinan keberadaan delapan orang tersebut tetap dilakukan.

Operasi SAR dapat kembali dilaksanakan apabila ditemukan informasi atau tanda-tanda baru.

Andra menyebut informasi dari masyarakat, nelayan, kapal yang melintas, maupun pihak lain dapat menjadi dasar untuk kembali mengaktifkan operasi pencarian.

“Bilamana ada informasi dari masyarakat, baik nelayan atau kapal yang melintas, atau pihak mana pun, operasi ini bisa dihidupkan kembali atau dilaksanakan kembali bilamana ada penemuan baru,” jelasnya.

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menambahkan, pihaknya tetap membuka pemantauan terhadap informasi yang berpotensi membantu menemukan keberadaan kapal maupun para korban.

Pemantauan dilakukan dengan mengandalkan informasi dari kapal nelayan, kapal patroli, serta kapal-kapal lain yang melintas di kawasan perairan Selat Sunda.

“Yang akan menjadi ujung tombak kami bila menemukan tanda-tanda lebih lanjut,” ujarnya.

Delapan orang yang hingga kini belum ditemukan terdiri dari Warta yang diketahui sebagai kapten speedboat, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), Heriyanto sebagai pemandu atau guide, serta lima jurnalis foto.

Kelima jurnalis tersebut masing-masing M Bagus Khoerunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis freelance.

Selama 10 hari pencarian, area operasi diperluas dari lokasi awal hilang kontak ke sejumlah wilayah.

Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran hingga kawasan Samudera Hindia, pesisir Lampung, pesisir Bengkulu, serta sejumlah pulau tak berpenghuni di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Pencarian melibatkan unsur laut, darat, dan udara. Namun, hingga operasi resmi dihentikan, keberadaan speedboat beserta delapan orang di dalamnya belum berhasil ditemukan.

Meski demikian, informasi baru dari masyarakat maupun pengguna jalur pelayaran tetap akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya pencarian apabila terdapat indikasi keberadaan mereka.
(Tbk)