KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, sepanjang Tahun 2025 dilanda berbagai peristiwa bencana, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, cuaca ekstrem, hingga kejadian pencarian dan pertolongan (SAR) yang menelan korban jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyampaikan bahwa data bencana yang dihimpun sejak 1 Januari hingga 30 Desember 2025 sebagai bahan evaluasi penanggulangan bencana ke depan.

“Dalam catatan BPBD, kejadian SAR menjadi sorotan karena menimbulkan korban meninggal dunia. Kecamatan Teluk Sampit tercatat sebagai wilayah dengan kejadian SAR terbanyak, yakni tiga kejadian dengan lima korban jiwa,” kata Multazam, Rabu (31/12/2025).

Sementara kejadian SAR lainnya terjadi di Mentaya Hilir Utara, Pulau Hanaut, Cempaga Hulu, Cempaga, dan Kota Besi.

Sementara itu, karhutla masih menjadi bencana dominan di Kotim sepanjang 2025. Kecamatan Mentawa Baru Ketapang mencatat jumlah karhutla tertinggi dengan 17 kejadian, disusul Kecamatan Baamang dengan delapan kejadian.

BPBD Kotim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana, khususnya karhutla dan risiko di wilayah rawan.
(Tbk)