
PALANGKA RAYA, MEDIATNI-POLRI.ID – Aliansi Gerakan Mahasiswa Anak Buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Jalan G Obos, Kota Palangka Raya, Senin (4/5/2026) sore.
Aksi yang diikuti sekitar 50 massa ini berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Aksi dipimpin oleh koordinator lapangan Jales Veva Jaya Mahe.
Massa tiba di lokasi sekitar pukul 14.51 WIB dan mengawali kegiatan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Selanjutnya, massa menyampaikan tuntutan agar Gubernur Kalimantan Tengah dapat menemui mereka secara langsung untuk berdialog.
Namun, perwakilan pemerintah yang hadir, yakni Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Ir. H. Darliasyah M.Si, sempat ditolak oleh massa yang menginginkan kehadiran langsung gubernur.
Situasi sempat memanas saat massa membakar ban bekas di depan pintu masuk kantor gubernur sebagai bentuk protes.
Dalam orasinya, massa menyoroti berbagai persoalan, mulai dari kondisi buruh yang dinilai masih memprihatinkan, minimnya jaminan ketenagakerjaan, hingga akses pendidikan yang belum merata.

Mereka juga menyinggung masih banyaknya sekolah kekurangan tenaga pengajar, kesejahteraan guru honorer yang rendah, serta ketimpangan pembangunan antara wilayah kota dan pedesaan.
Selain itu, massa mendesak pemerintah untuk melakukan audit terhadap perusahaan dan sektor pertambangan di Kalimantan Tengah guna menjamin kesejahteraan buruh.
Isu lain yang turut disuarakan adalah penggunaan anggaran daerah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat, serta maraknya peredaran narkoba yang dinilai merusak generasi muda.
Sekitar pukul 16.11 WIB, Wakil III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, S.Ag., M.AP, menemui massa aksi bersama perwakilan pemerintah daerah.
Dalam penyampaiannya, Darliasyah menjelaskan bahwa Gubernur Kalimantan Tengah tidak dapat hadir karena mengikuti rapat koordinasi kepala daerah bersama Presiden di Balikpapan.

“Seluruh aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan tindak lanjuti. Pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan demi pembangunan Kalimantan Tengah yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan DPRD menyampaikan apresiasi atas aksi yang berjalan tertib serta berkomitmen untuk mengawal aspirasi mahasiswa, khususnya terkait isu ketenagakerjaan dan pendidikan.
Aksi unjuk rasa berakhir sekitar pukul 17.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Mahasiswa menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan (jilid II) apabila tuntutan mereka untuk bertemu langsung dengan Gubernur dan pimpinan DPRD Kalimantan Tengah belum terpenuhi.
Aksi ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional, sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap nasib buruh dan dunia pendidikan di Kalimantan Tengah.
(BHL)


Tinggalkan Balasan