KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menginstruksikan seluruh personel Tim Piket Mako untuk meningkatkan patroli di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama yang berbatasan langsung dengan permukiman warga selama hari libur dan akhir pekan, Jum’at (3/7/2026).
Himbauan yang disampaikan Humas Kotim Fire tersebut merupakan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang mulai meningkatkan potensi terjadinya karhutla di sejumlah wilayah di Kotim.
Dalam arahannya, personel diminta meningkatkan intensitas patroli di sejumlah lokasi yang dinilai rawan, seperti lahan gambut kosong di pinggiran Kota Sampit, sepanjang Jalan Tjilik Riwut Km 5 hingga Km 15, kawasan Jalan Pramuka dan Jalan Jenderal Sudirman, serta area di belakang kompleks perumahan dan perkebunan warga.
Selain patroli, seluruh personel juga diminta menyiagakan armada dan peralatan pemadaman selama hari libur nasional maupun akhir pekan.
Langkah ini dilakukan karena berdasarkan pola kejadian sebelumnya, aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar kerap terjadi saat pengawasan berkurang.
Tim di lapangan juga diinstruksikan untuk segera berkoordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Relawan Kebakaran (Redkar), serta masyarakat apabila menemukan titik asap maupun titik panas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Setiap aktivitas mencurigakan, kepulan asap, maupun pembakaran terbuka diwajibkan didokumentasikan dan segera dilaporkan ke Posko Induk Mako Damkar.
Upaya pencegahan menjadi prioritas utama agar kebakaran tidak meluas dan mengancam permukiman warga.
Dalam setiap patroli, petugas juga diminta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta mengingatkan bahaya kabut asap terhadap kesehatan, khususnya bagi anak-anak.
Humas Kotim Fire mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman karhutla.
“Kita jaga sama-sama agar asap tidak sampai masuk ke permukiman. Satu titik api yang berhasil dicegah berarti ratusan warga dapat terhindar dari ancaman ISPA. Tetap utamakan keselamatan personel saat bertugas,” demikian imbauan yang disampaikan Humas Kotim Fire.
(Tbk)


Tinggalkan Balasan