PALANGKA RAYA, MEDIATNI-POLRI.ID – Semangat perang melawan narkoba digaungkan dari Bundaran Telawang atau Bundaran Besar Palangka Raya, Kamis (20/8/2026).

Sekitar 1.200 pelajar, mahasiswa, serta perwakilan berbagai elemen masyarakat mengikuti Deklarasi Akbar Perang Melawan Narkoba di Bumi Tambun Bungai Menuju Kalteng Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 09.35 WIB tersebut dihadiri Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Mada Roostanto, serta jajaran Forkopimda dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam deklarasi tersebut, seluruh elemen diajak menyatukan tekad untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Kalimantan Tengah.

Ketua GDAN Kalteng dalam sambutannya mengingatkan bahwa perjuangan melawan narkoba membutuhkan keberanian dan keterlibatan seluruh masyarakat.

Ia juga mengungkapkan pengalaman pribadinya sebagai mantan pecandu berat narkoba.

Setelah 19 tahun terbebas dari narkoba, pengalaman tersebut menjadi dasar baginya untuk terus mengajak masyarakat memerangi peredaran barang terlarang tersebut.

“Saya pernah menjadi pecandu berat narkoba dan merasakan sendiri kehancuran yang ditimbulkannya terhadap fisik, akal sehat, kehidupan, dan iman,” ungkapnya.

Menurutnya, peredaran narkoba bukan hanya menjadi persoalan BNN dan kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, pelajar, mahasiswa, organisasi masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat.

Ia juga meminta aparat penegak hukum bertindak tegas, berani dan profesional terhadap para pelaku maupun jaringan narkoba.

“Jangan ada kompromi dan jangan ada main mata dengan jaringan narkoba,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyebut generasi muda merupakan aset penting bangsa yang harus dilindungi dari ancaman narkotika.

Ia mengajak seluruh peserta, khususnya pelajar dan mahasiswa, menyatakan perang terhadap narkoba yang dinilainya sebagai “penjajah baru” karena dapat merusak generasi muda, menghancurkan masa depan dan merusak kehidupan keluarga.

“Jangan biarkan narkoba menghancurkan cita-cita dan masa depan kita. Katakan dengan tegas: saya menolak narkoba, saya memilih hidup sehat, dan saya berjuang untuk meraih cita-cita,” ujar Agustiar.

Ia menegaskan perang melawan narkoba membutuhkan kekompakan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, pelajar, mahasiswa dan masyarakat harus memiliki satu tekad dalam menciptakan Kalteng yang bersih dari narkoba.

Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang mendeklarasikan perang melawan narkoba.

Ia juga menyampaikan penghormatan kepada tiga anggota Polda Kalteng yang gugur dalam menjalankan tugas memberantas narkoba. Menurutnya, pengorbanan tersebut merupakan bentuk perjuangan dalam melindungi generasi bangsa.

“Narkoba merupakan ancaman serius bagi generasi muda dan masa depan Indonesia,” tegas Suyudi.

Ia mengingatkan bahwa modus peredaran narkoba semakin berkembang.

Jaringan narkotika kini memanfaatkan berbagai sarana, mulai dari media digital, marketplace, jasa pengiriman hingga narkotika dalam bentuk cair.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai modus baru yang digunakan jaringan narkoba.

Menurut Suyudi, BNN dan Polri tidak mungkin bekerja sendiri. Pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, keluarga, sekolah, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.

“Kita harus memutus mata rantai peredaran narkoba sampai ke akar-akarnya. Kepada para bandar dan pengedar, jangan diberikan ruang untuk berkompromi. Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu,” katanya.

Suyudi juga mendorong penguatan program Desa Bersinar, Kampung Bersinar hingga Kabupaten/Kota Bersinar sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap narkoba.

Deklarasi tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam melindungi generasi muda sekaligus mewujudkan Kalimantan Tengah yang sehat, kuat dan bersih dari narkoba. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar hingga selesai.
(Tbk)