Sampit, Mediatni-polri.id – Laung Kuning Banjar DPC Sampit menggelar peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW 1448 H – 2026 M. Kegiatan tersebut dilaksanakan di jalan Ir Juanda Ketapi 1 Kecamatan Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Peringatan maulid Nabi Muhamad SAW bertepatan hari kemerdekaan RI yang ke-81 juga tapung tawar benda-benda pusaka, seperti keris, mandau dan lain-lain.
Kegiatan tersebut dihadiri KH Abdullah, Ustadz Nasrullah, para tokoh masyarakat, Ibu-ibu, dan warga sekitarnya, juga seluruh Anggota Laung Kuning Banjar, Sardani sebagai Kordinator Humas laung kuning Banjar, Wakaperwil Media TNI-Polri, Ketua LSM Bintang Kalimantan Independen berbagi rezeki kepada Ibu-ibu yang hadir dengan memberikan uang, Selasa (25/8/2026).
Ketua panitia menyampaikan, Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena nikmat sehat sehingga kita bisa hadir dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut HUT RI yang ke-81.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pada tamu undangan, tokoh masyarakat dan warga sekitar yang hadir, selain itu juga seluruh pengurus, pembina dan seluruh anggota Laung Kuning Banjar DPC Sampit, serta seluruh panitia kegiatan gabungan ini.
“Saya selaku ketua panitia penyelenggara peringatan Maulid Nabi besar Muhammad sekaligus perayaan HUT RI ke-81 memohon maaf atas segala kekurangan dan penyelenggaran pada malam hari ini,” ucapnya.
Ustadz Nasrullah dalam Tausiyahnya menyampaikan.
Sholawat dan salam kita sampaikan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat, dan pengikut nabi Muhammad SAW sampai hari kiamat.
Mudah-mudahan dengan berkat kita berkumpul di tempat yang mulia ini, dengan berkat Rasulullah dan karunia Allah,

Apa yang kita kerjakan menjadi ibadah dan mudah-mudahan istiqomah di dalam pembacaan kitab Sabilal Muhtadin dan munaqib Siti Khadijah.
Maulid ini sebagai cara mengingat nabi karena mengingat nabi itu sesungguhnya bagian dari ibadah mengingat dari kematian agar kita mendekatkan diri kepada Allah agar kita nanti dimasukan ke dalam surganya Allah.
Sementara KH Abdullah menambahkan “Mudah-mudahan kita bisa melaksanakan sunah Rasulullah SAW seperti ziarah kubur untuk kita mengingat kematian dan bersyukur atas nikmat hidup, selagi tubuh kita sehat sehingga bisa menggunakan sebaik-baikya untuk menambah kebaikan.

Maulid ini untuk menumbuhkan rasa cinta kita terus berkembang kepada Rasulullah SAW, karena dengan rasa cinta tersebut Insya Allah menjadi lebih mudah dalam meneladani Beliau,” ucap KH Abdullah.
Sementara tapung tawar Wasi Ajiburrahman mengatakan, “Artinya satu-satu wasi yang mudah-mudahan nanti wasi ini memberikan syafaat dan wasiat kebaikan, jar urang banjar wasi dingsanak, ikam kekasih aku, aku kekasih Allah,” Ujar Ajiburrahman.
(Ariyanto)


Tinggalkan Balasan