KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah melalui Pos Resort Sampit melakukan penyelamatan (rescue) terhadap dua individu orangutan di kawasan Taman Hutan Kota Sampit, Jalan Sawit Raya, Desa Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan kedua orangutan tersebut terdiri dari induk betina bernama Raya, diperkirakan berusia 20 tahun dengan berat sekitar 29 kilogram, dan anaknya bernama Rayu, berjenis kelamin betina berusia sekitar satu tahun.

“Dari hasil pemeriksaan, secara keseluruhan kondisi kedua satwa terpantau normal dan sehat. Tidak ditemukan luka bakar maupun luka akibat tembakan atau proyektil peluru,” kata Muriansyah, Kamis (3/9/2026), saat dihubungi.

Muriansyah menjelaskan, penyelamatan bermula ketika petugas Pos BKSDA Sampit menerima laporan dari warga bernama Feri pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Laporan tersebut disertai video yang memperlihatkan keberadaan orangutan di kawasan Hutan Kota Sampit.

Orangutan tersebut sebelumnya ditemukan oleh anggota TNI bernama Husin yang melihat satwa berada di atas pohon di sekitar lahan yang telah terbakar.

Dokumentasi keberadaan orangutan kemudian turut disampaikan kepada Tim Posko Gabungan Penanggulangan Karhutla Kabupaten Kotawaringin Timur.

Sekitar pukul 12.00 WIB, petugas Pos BKSDA Sampit langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan observasi. Saat petugas tiba, orangutan masih berada di titik yang sama dan terlihat bertahan di satu pohon.

“Di sekitar lokasi merupakan areal bekas terbakar yang masih mengeluarkan asap. Menurut keterangan Pak Husin, orangutan tersebut sudah terlihat sejak pagi dan tidak berpindah dari pohon tersebut,” jelasnya.

Kondisi tersebut diduga membuat orangutan bertahan di lokasi karena kawasan di sekitarnya telah terbakar dan masih mengeluarkan asap, terutama pada lahan gambut.

Setelah melakukan observasi, petugas melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan BKSDA di Pangkalan Bun. Berdasarkan hasil koordinasi, diputuskan untuk segera dilakukan tindakan penyelamatan.

Sambil menunggu kedatangan tim rescue dari Pangkalan Bun, petugas Pos BKSDA Sampit bersama Husin terus memantau pergerakan orangutan dari jarak aman.

Sekitar pukul 20.30 WIB, tim rescue dari Pangkalan Bun tiba di lokasi dan langsung melakukan proses evakuasi. Saat proses pembiusan dilakukan, petugas baru mengetahui bahwa orangutan dewasa tersebut ternyata membawa anak.

Setelah kedua satwa berhasil dievakuasi, tim membawa induk dan anak orangutan ke tempat yang lebih aman. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kondisi fisik serta pemeriksaan lainnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi Raya dan Rayu secara umum dalam keadaan normal dan sehat. Tidak ditemukan tanda-tanda luka bakar maupun luka akibat tembakan atau proyektil peluru.

Kegiatan penyelamatan tersebut melibatkan tiga petugas BKSDA Resort Sampit, yakni Muriansyah, Juhriansyah dan Riska, serta didukung empat personel dari Orangutan Foundation International (OFI).

Seluruh rangkaian kegiatan rescue selesai sekitar pukul 22.40 WIB. Setelah meninggalkan lokasi, tim kemudian kembali menuju Kota Pangkalan Bun.

Penyelamatan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan satwa liar dilindungi yang berada di kawasan terdampak kebakaran hutan dan lahan, sekaligus mencegah risiko terhadap keberlangsungan hidup orangutan di habitatnya.
(Tbk)