KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Sejumlah kejadian kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, pada Selasa (15/9/2026).

Peristiwa tersebut meliputi kebakaran lahan di kawasan permukiman, kebakaran lahan di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, kebakaran lahan di wilayah Kota Besi, serta kebakaran satu unit ekskavator.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kotim bersama unsur terkait bergerak melakukan penanganan untuk mencegah api meluas dan memastikan lokasi dalam kondisi aman.

Kejadian pertama dilaporkan di Jalan Pandawa, Kompleks Perumahan Griya Asri Harmoni, RT 049/RW 018, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Informasi diterima petugas pada pukul 10.21 WIB. Peleton I kemudian bergerak menuju lokasi pukul 10.24 WIB dan tiba sekitar pukul 10.35 WIB.

Objek yang terbakar berupa lahan dan semak belukar dengan luas sekitar 150 meter persegi. Lokasi kebakaran dilaporkan berada tidak jauh dari bangunan rumah warga sehingga penanganan dilakukan dengan cepat.

Empat Kejadian - Empat Kejadian Kebakaran Terjadi di Kotawaringin Timur, Damkar Bergerak Cepat

Petugas menggunakan Mobil Tangki Pemadam Kebakaran 13. Api berhasil dilokalisir pada pukul 10.48 WIB, dilanjutkan proses pendinginan dan pemeriksaan hingga operasi dinyatakan selesai pukul 11.09 WIB.

Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Berdasarkan laporan petugas, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah pembakaran secara sengaja (arson).

Kebakaran lahan juga terjadi di Jalan Jenderal Sudirman Km 3, kawasan Samator Gas, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Informasi diterima sekitar pukul 01.00 WIB oleh Peleton III. Petugas kemudian berangkat pukul 01.08 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 01.22 WIB menggunakan Mobil Unit Pemadam Kebakaran 05.

Setibanya di lokasi, api telah berhasil dilokalisir oleh Tim Posko Karhutla Unit TNI Kodam. Petugas Damkarmat selanjutnya melakukan pendinginan terhadap bara api yang masih tersisa.

Dalam penanganan tersebut, petugas Damkarmat mendapat dukungan Tim Posko Karhutla berupa dua mobil tangki dari unsur TNI Kodam.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 0,001 hektare. Tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan.

Setelah lokasi dinyatakan aman, operasi selesai pukul 02.00 WIB dan petugas kembali ke Markas Komando pada pukul 02.15 WIB.

Sementara itu, Pos Sektor Kota Besi menerima laporan kebakaran lahan pada pukul 13.21 WIB. Kebakaran terjadi di area pinggir jalan wilayah Kota Besi. Petugas kemudian berangkat pukul 13.23 WIB dan melaksanakan operasi pemadaman mulai pukul 13.38 WIB.

Satu personel, Beny, dikerahkan menggunakan unit MTPK 11. Dalam penanganan tersebut, petugas juga mendapat bantuan dari relawan Kota Besi.

Empat Kejadian - Empat Kejadian Kebakaran Terjadi di Kotawaringin Timur, Damkar Bergerak Cepat

Operasi pemadaman berlangsung hingga pukul 14.30 WIB. Dalam laporan disebutkan dugaan penyebab kebakaran adalah arson, sementara luas area terbakar dan taksiran kerugian belum diketahui.

Kejadian berikutnya terjadi di Jalan Terantang, wilayah Kota Besi. Kali ini objek yang terbakar bukan lahan, melainkan satu unit ekskavator.

Informasi diterima Pos Sektor Kota Besi pada pukul 16.21 WIB dari UPI, anggota Polres Sampit. Petugas kemudian berangkat satu menit setelah menerima laporan dan tiba di lokasi sekitar pukul 17.02 WIB.

Petugas yang dikerahkan adalah Beny dengan menggunakan unit MTPK 11. Penanganan turut dibantu relawan Kota Besi.

Operasi penanganan berlangsung hingga pukul 18.30 WIB. Laporan sementara menyebut dugaan penyebab kebakaran adalah arson, sedangkan taksiran kerugian belum diketahui.

Rangkaian kejadian tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi cuaca cerah dan meningkatnya risiko kebakaran lahan di wilayah Kotim.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Respons cepat petugas dan dukungan masyarakat dinilai penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas, terutama di sekitar permukiman dan fasilitas umum.
(Tbk)