Sampit, Mediatni-polri.id – Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah kabupaten Kotawaringin Timur di Aula (Rujab) Rumah Jabatan Bupati Kotim Rabu (29/7/2026).
Dihadiri Bupati Kotim dan wakilnya Irawati S.Pd, Plt Sekda Kotim Umar Kaderi, Staf Ahli Bupati, Dandim 1015 Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setuawan, Kapolres Kotim AKBP Pol Resky Maulana Zulkarnain, kepala BPBD Kotim Multazam, Forkopimda, dan Seluruh Camat yang ada di kabupaten Kotawaringin Timur.
Bupati kotim Halikinnor saat diwawancarai media ini mengatakan “Hari ini kita rapat dengan seluruh UPTD terkait termasuk instansi vertikal untuk mengevaluasi dan mempelajari perkembangan tentang cuaca yang ada khususnya di Kotawaringin Timur,” Katanya.
Tahun ini adalah tahun El Nino Godzilla yang lebih panjang dan lebih panas, dan sudah ada beberapa titik hotspot yang langsung terlihat dari atas pesawat, maka rapat kali ini untuk meningkatkan statusnya yang awalnya Siap Siaga menjadi Tanggap Darurat.
Berdasarkan kriteria yang dilaporkan UPTD terkait situasi sekarang sudah memenuhi syarat sebagai status Tanggap Darurat
“Mulai hari Kamis tanggal 30 Juli 2026, dengan status Tanggap Darurat maka kita bisa menggunakan dana PTT, bantuan provinsi dan pusat termasuk water bombing dan sebagainya,”ucapnya
Semantara Kodim 1015 Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan menyampaikan.
“Kami dari Kodim dan didukung TNI AD sudah mengalokasikan personil sekitar 216 orang dengan 2 unit Damkar, di kabupaten Kotim ini ada 5 unit terdiri dari 2 unit Kodim, 2 unit Yonif TP dan 1 unit Korem. Kami juga sudah melaksanakan pelatihan dibantu Damkar dan BPBD,”terangnya.
Apabila dalam pelaksanaan yang diupayakan dari Pemda, Kodim maupun instansi kurang maksimal, ada yang lebih efektif dari Angkatan Udara melalui teknologi modifikasi cuaca.
“Indikator Karhutla itu Bandara, apabila operasional Bandara tidak terganggu itu tandanya operasi kita berhasil, apabila statusnya nanti dinaikkan maka mekanismenya bisa lewat TNI AU maupun BPBD ke BNPB karena Satgas udaranya dari TNI AU,”jelasnya.
(Ariyanto)


Tinggalkan Balasan