SERUYAN, MEDIATNI-POLRI.ID – Sinergi lintas instansi dalam mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat di Kabupaten Seruyan.
Polsek Seruyan Hilir bersama TNI, BPBD, Manggala Agni, Marnit DAS Seruyan, pemerintah desa dan Masyarakat Peduli Api (MPA) menggelar patroli gabungan menyusuri Daerah Aliran Sungai (DAS) Seruyan, Selasa (1/9/2026).
Patroli dimulai pukul 08.00 WIB dengan menyasar Desa Muara Dua dan Desa Tanjung Rangas, Kecamatan Seruyan Hilir.
Tim menggunakan dua unit speed boat 40 PK untuk menjangkau wilayah sepanjang DAS yang rawan kebakaran saat musim kemarau.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Seruyan M. Yani, S.E., perwakilan Koramil 1015-09/Seruyan Hilir Pratu Pamungkas, Bripka Rido Saputra dari Polsek Seruyan Hilir, Bharatu Prianto dari Marnit DAS Seruyan, personel Manggala Agni dan BPBD, Kepala Desa Muara Dua Misransyah, serta Tim MPA dari dua desa tersebut turut serta dalam kegiatan.
Selain memantau kondisi lapangan, tim gabungan juga melakukan sosialisasi kepada warga. Pesan utama yang disampaikan adalah larangan membuka lahan dengan cara membakar dan pentingnya segera melapor jika menemukan titik api.
“Kami juga mengecek sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla, memetakan titik rawan, serta memastikan ketersediaan embung air sebagai sumber air untuk pemadaman,” kata M. Yani di sela kegiatan.
Kapolsek Seruyan Hilir IPDA Eko Andrianto, S.H. menegaskan patroli gabungan adalah langkah nyata memperkuat pencegahan.
“Pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dan tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi. Melalui patroli gabungan ini, kami memperkuat koordinasi, memetakan wilayah rawan, mengecek kesiapan sarana pendukung serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah Karhutla,” ujar IPDA Eko Andrianto.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan adanya titik api, segera sampaikan informasi kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan secepat mungkin,” tambahnya.
Melalui patroli menyusuri DAS Seruyan ini, seluruh unsur diharapkan semakin siap menghadapi musim kemarau. Sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, pemerintah desa dan masyarakat menjadi kunci dalam mengoptimalkan upaya pencegahan Karhutla sejak dini.
(Tbk)


Tinggalkan Balasan