SERUYAN, MEDIATNI-POLRI.ID  – Sebanyak 1.000 jamaah memadati Lapangan Lingga, Desa Pembuang Hulu II, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, dalam peringatan Maulid Agung Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Minggu (13/9/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 20.30 WIB itu diselenggarakan oleh Majelis Rotibul Haddad bersama Majelis Al-Wafa Bi’ahdillah Kalimantan Tengah.

Sebagai penceramah, panitia menghadirkan Habib Ahmad Mujtaba Bin Syihab dari Jakarta.Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal acara. Jamaah, undangan, dan warga memenuhi lapangan untuk bersama-sama bersalawat sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW.Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Seruyan Rahmanudin, Camat Hanau M. Abdi Radhiyanie, S.STP., Kapolsek Hanau IPDA Bima Satria Susilo, S.Tr.K., Kepala Desa Pembuang Hulu I M. Firdaus, S.E., dan Kepala Desa Pembuang Hulu II Mahmur Asikinnor.Seribu Jamaah - Seribu Jamaah Padati Maulid Agung di Pembuang Hulu II, Kapolsek Hanau: Momentum Pererat Silaturahmi

Kehadiran Kapolsek Hanau menjadi bentuk dukungan Polri terhadap kegiatan keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi antara kepolisian dengan tokoh agama dan masyarakat. IPDA Bima Satria Susilo mengapresiasi antusiasme warga yang hadir. Ia menyebut Maulid sebagai momentum memperkuat persatuan.

“Maulid ini menjadi momentum yang baik untuk mempererat silaturahmi dan bersama-sama mengambil keteladanan dari akhlak Rasulullah SAW. Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dan berharap kegiatan seperti ini terus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak warga menjaga toleransi dan kerukunan.Seribu Jamaah - Seribu Jamaah Padati Maulid Agung di Pembuang Hulu II, Kapolsek Hanau: Momentum Pererat Silaturahmi

“Semoga semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan ini dapat terus kita jaga dalam kehidupan sehari-hari. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan penuh kepedulian,” tambahnya.

Kegiatan Maulid Agung tersebut menjadi wadah pertemuan antara masyarakat, tokoh agama, pemerintah, dan aparat kepolisian. Suasana religius dan kebersamaan mewarnai hingga acara selesai.

(Tbk)