KOTIM, MEDIATNI-POLRI.ID – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, melakukan kunjungan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (30/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi terkait program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), khususnya dalam bidang peternakan ayam petelur.

Program budidaya ayam petelur menjadi salah satu upaya Lapas Sampit untuk membekali WBP dengan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai bekal setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Lapas Sampit berupaya membangun kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim untuk memperoleh dukungan berupa pengetahuan, pendampingan, serta pengembangan teknis dalam pengelolaan peternakan ayam petelur.

Lapas Sampit - Lapas Sampit Perkuat Sinergi dengan Dinas Pertanian Kotim, Kembangkan Budidaya Ayam Petelur bagi WBP

Melalui pendampingan tersebut, program diharapkan tidak hanya berjalan sebagai kegiatan pembinaan, tetapi juga dapat dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat bagi peningkatan keterampilan dan produktivitas warga binaan.

Kalapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, mengatakan pihaknya terus mendorong agar program pembinaan kemandirian di Lapas Sampit dapat memberikan keterampilan yang benar-benar bermanfaat bagi WBP.

“Kami ingin pembinaan kemandirian di Lapas Sampit terus berkembang dan memberikan keterampilan nyata bagi warga binaan. Melalui pengembangan ayam petelur, kami berharap mereka memiliki bekal yang dapat diterapkan secara mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujar Muhammad Yani.

Ia menambahkan, sinergi dengan instansi terkait menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program pembinaan, terutama dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan serta potensi yang dapat dikembangkan oleh warga binaan.

Lapas Sampit berharap kerja sama tersebut dapat terus diperkuat sehingga program pembinaan kemandirian berjalan secara optimal dan mampu mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan setelah menyelesaikan masa pidananya.
(Tbk)